KCIC Pastikan Bangunan Proyek Kereta Cepat Didesain Tahan Gempa

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
25 November 2022
marketeers article
KCIC Pastikan Bangunan Proyek Kereta Cepat Didesain Tahan Gempa. (FOTO: Dok KAI)

PT KCIC memastikan rancangan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tahan gempa sehingga memitigasi potensi bencana gempa di sekitar trase. Dengan demikian, dalam pelaksanaan konstruksinya selalu memperhatikan kualitas agar hasil pembangunan berfungsi secara optimal.

Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama PT KCIC mengatakan desain struktur proyek KCJB memang dibuat untuk tahan menghadapi berbagai potensi bencana alam, termasuk gempa. 

BACA JUGA: Soal Proyek Kereta Cepat, KAI Putuskan Kolaborasi dengan BPKP

“Struktur Prasarana KCJB sudah mempertimbangkan kondisi di Indonesia yang sering terjadi gempa. Struktur Prasarana KCJB didesain tahan gempa dan bisa memiliki usia pakai hingga 100 tahun,” kata Dwiyana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Gempa tertinggi yang pernah terjadi di Jawa memiliki kekuatan 8,0 magnitudo. Kondisi ini sudah diantisipasi dalam pembangunan Struktur KCJB sehingga mampu menghadapi gempa yang menyebabkan kerusakan parah, keretakan pada tanah hingga longsor.

BACA JUGA: KCIC Akan Uji Dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung di G20 Showcase

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologis sepanjang trase. Dengan mempertimbangkan referensi zona gempa dan kondisi seismik yang ada di Indonesia, prasarana KCJB seperti jembatan, subgrade hingga terowongan yang berada di sepanjang trase, dirancang supaya memiliki ketahanan gempa hingga 8,0 sampai dengan 9,0 Skala Intensitas Seismik (setara dengan delapan magnitudo).

Selain struktur bangunan yang tahan gempa, sarana kereta api cepat dalam hal ini kereta api cepat penumpang (EMU) dan kereta api cepat inspeksi (CIT) juga sudah dilengkapi fitur disaster monitoring atau pendeteksian bencana.

“Desain struktur bangunan yang mumpuni dan juga fitur kereta api yang mampu mendeteksi bencana, disematkan untuk keamanan operasional KCJB. Diharapkan bisa memitigasi dampak apabila terjadi bencana,” ujar Dwiyana.

Mengenai gempa yang terjadi di Cianjur pada Senin 21 November 2022, Dwiyana menyebutkan jika kondisi struktur Prasarana KCJB hingga saat ini aman dari kerusakan akibat gempa. Mewakili perusahaan, Dwiyana turut menyampaikan duka cita atas musibah yang dialami masyarakat Cianjur.

“Atas nama perusahaan, kami menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang dialami masyarakat Cianjur. Semoga masyarakat Cianjur diberi kekuatan dan musibah ini segera usai,” kata Dwiyana.

Related