Kedubes: Indonesia Bisa Berkiblat ke Inggris Soal Inklusi Disabilitas

marketeers article
Panduan Disabilitas untuk Ketenagakerjaan dan Bisnis Diresmikan. (Istimewa)

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, bersama dengan AlunJiva Indonesia meluncurkan panduan mengenai disabilitas, yang dikembangkan sebagai bagian dari program Tech to Empower. Program ini terdiri dari panduan untuk mempromosikan kesempatan kerja yang setara, serta panduan untuk mendukung entrepreneur penyandang disabilitas.

Matthew Downing, Chargé d’Affaires Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste mengatakan, inisiatif Digital Access Programme Inggris, seperti Tech to Empower, memberikan peluang bagi industri, pemerintah, dan masyarakat untuk meniru praktik-praktik terbaik negara Inggris yang sukses dalam memprioritaskan inklusi disabilitas.

“Kegiatan ini menciptakan perubahan yang berarti dengan melibatkan pengusaha untuk mengadvokasi lingkungan kerja yang inklusif dan mudah diakses. Langkah ini sebagai upaya untuk menghilangkan hambatan dan memperjuangkan kontribusi yang berharga dari penyandang disabilitas dalam dunia kerja di seluruh Indonesia,” kata Matthew dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/1/2024).

Terinspirasi dari kepemimpinan Inggris dalam hal inklusi dan keberagaman, program Tech to Empower dikembangkan pada tahap awal pandemi COVID-19 dengan tujuan mendukung komunitas marginal di Indonesia.

BACA JUGA: Pemerintah Inggris Dorong Program Pelatihan Inklusif Digital di Indonesia Timur

Fokus utamanya adalah meningkatkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, yang dibangun berdasarkan komitmen Inggris untuk mendorong peningkatan inklusi disabilitas.

Menurut Matthew, hal ini mengarah pada peningkatan kesempatan kerja yang setara bagi semua orang. “Kami bangga dengan inisiatif ini dan akan terus bekerja sama dengan mitra kami di Indonesia untuk mengedepankan keberagaman dan inklusi dalam seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.

Melalui inisiatif seperti program pelatihan kejuruan, peningkatan akomodasi tempat kerja, dan kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah Inggris, bersama dengan para mitranya, bertujuan untuk membantu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi para penyandang disabilitas.

Dengan melakukan hal ini, pemerintah Inggris berharap dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Indonesia.

BACA JUGA: Liverpool vs West Ham 5-1, The Reds ke Semifinal Piala Liga Inggris

Sebanyak 950 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia telah mengikuti program Tech to Empower sejak dimulai pada tahun 2020.

Para peserta telah menjalani pelatihan keterampilan digital dan kewirausahaan, berpartisipasi dalam pameran UMKM untuk memamerkan bisnis mereka, dan juga job fair untuk pencari kerja penyandang disabilitas.

Tahun ini, program ini secara resmi meluncurkan job fair dan pameran UMKM yang pertama kali diadakan secara offline pada Tech to Empower 2023 Summit. 1.000 penyandang disabilitas diundang untuk hadir secara luring dan daring.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS