Kelas Atas Jenuh, Farpoint Hadirkan Apartemen Kelas Menengah

marketeers article
Bermain di segmen premium tak lantas membuat PT Farpoint berada di zona nyamannya. Pasalnya, pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat turut mengurungi niat investor dan konsumen kelas atas untuk membeli unit properti, khususnya apartemen.
 
Apalagi, pasokan apartemen seharga miliaran rupiah itu cukup melimpah di Indonesia lantaran dalam lima tahun terakhir, pengembang properti bersikeras mengeruk lahan di pusat kota untuk membangun hunian kelas atas. Akibat pasokan yang berlebih itu, permintaan hunian kelas atas pun mengalami perlambatan. Alhasil, pasar properti di ibu kota berada di level jenuh.
 
Kendati demikian, CEO PT Farpoint Jusup Halimi mengatakan, hanya ultra high-net-worth individual (UHNWI) atau kalangan superkaya di Indonesia saja yang tidak terganggu kenaikan harga properti. Sayangnya, jumlah mereka masih minoritas. “Untuk itulah, Farpoint akan menggarap kembali pasar kelas menengah yang sempat dijajakinya beberapa puluh tahun lalu,” kata Jusup, di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
 
Asal tahu saja, jauh sebelum membangun properti kelas atas, Farpoint merupakan pengembang yang cukup geliat membangun sejumlah pusat perbelanjaan kelas menengah, antara lain Plaza Mebel di Fatmawati, Harco Pasar Baru, Re.Vo Town di Bekasi Selatan, dan Johar Plaza di Jember, Jawa Timur.
 
“Meskipun saat ini kami bermain di segmen atas, kami tidak akan lepas bermain di segmen kelas menengah. Kami sudah siapkan tanah kosong di area Jakarta Barat dan Selatan dengan luas 1,5 dan 2 hektare,” tambahnya.
 
Sayangnya, Jusup masih enggan berkomentar soal proyek properti kelas menengahnya itu. Namun, katanya, kedua proyek itu berjenis apartemen. “Semuanya masih dalam konsep perencanaan. Sebab itu, kami belum bisa memberikan keterangan apa pun saat ini. Kami juga dalam tahap mengakuisisi lahan,” tuturnya.
 
Sampat saat ini, Farpoint masih fokus menggarap properti di Jakarta. Dengan harga tanah yang terus naik, Farpoint tengah berpikir untuk menjajaki kawasan penyangga ibu kota, seperti Bekasi dan Tangerang.
 
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, kelas menengah bukanlah segmen prioritas yang dibidik oleh para pengembang properti besar. Padahal, potensi segmen itu sangat besar lantaran tingginya keinginan mereka untuk memiliki tempat tinggal.
 
“Pemain properti mulai merasakan pasar yang jenuh lantaran mereka berlomba-lomba membangun hunian kelas atas. Padahal, 80% warga ibu kota berada di level kelas menengah. Belakangan ini, tak jarang dari pengembang kelas kakap akhirnya sadar untuk membangun properti kelas menengah itu. Beberapa di antara mereka melakukan resizing dengan memperkecil ukuran unit hunian mereka,” tutur Ali.
 
Saat ini, Farpoint sedang membangun tiga proyek besar berupa gedung perkantoran, residensial, dan mixed-use yang disegmentasikan untuk kelas atas. Ketiga proyek itu adalah Sequise Tower dan apartemen Verde 2 di CBD Sudirman, serta mixed-use The Hundred di kawasan CBD Kuningan. Sedangkan apartemen Verde 1 yang berlokasi di belakang Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, telah lebih dulu rampung sejak November 2013.

Related

award
SPSAwArDS