Kementerian ESDM Usulkan Subsidi BBM 19,99 Juta KL pada Tahun 2025

marketeers article
SPBU Pertamina, Jakarta, Indonesia (14-08-2020) : Queue for motorbikes at fuel filling stations

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada tahun depan sebanyak 8,84 hingga 19,99 juta kilo liter (kl). Usulan tersebut terdiri dari minyak tanah sebesar 0,51 hingga 0,55 juta Kl dan solar sebesar 18,33 hingga 19,44 juta Kl.

“Kami mengusulkan volume BBM bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar 18,84 hingga 19,99 juta Kl,” kata Arifin Tasrif, Menteri ESDM melalui keterangannya, Rabu (5/6/2024).

BACA JUGA: Jokowi Alihkan Subsidi BBM Rp 24,17 Triliun ke Bansos, Ini Perinciannya

Menurutnya, pemerintah terus memberikan subsidi tetap untuk BBM solar dan subsidi selisih harga untuk minyak tanah. Ini dilakukan dengan pengendalian volume dan mengontrol kelompok atau sektor yang berhak mendapatkan manfaat.

Pemerintah mempertimbangkan perkembangan indikator ekonomi makro, terutama Indonesian Crude Oil Price (ICP) dan nilai tukar rupiah, saat menentukan besaran subsidi tetap solar.

BACA JUGA: Subsidi BBM Tembus Rp 550 Triliun, Pemerintah Kaji Kenaikan Harga

“Kami mengusulkan subsidi tetap untuk minyak solar sebesar Rp 1.000 hingga Rp3.000 per liter dan subsidi selisih harga untuk minyak tanah,” ujarnya.

Arifin menyebut hal ini perlu dilakukan mengingat harga keekonomian solar mencapai Rp 12.100 per liter. Adapun harga jual eceran sebesar Rp 6.800 per liter.

Hingga saat ini solar masih banyak dipergunakan untuk transportasi darat, transportasi laut, kereta api, usaha perikanan, usaha pertanian, usaha mikro, dan pelayanan umum. Dengan begitu, diperlukan upaya menjaga harga jual eceran minyak solar.

Arifin mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan. 

“Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan efektivitas penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related