Lengkapi Coverage, J&T Cargo Ekspansi ke Papua

marketeers article
M. Said Abdullah, Network Manager J&T Cargo Indonesia saat menjelaskan pembukaan rute baru perusahaan ke Papua (Foto: J&T Cargo)

J&T Cargo Indonesia terus melengkapi cakupan layanan pengiriman logistiknya di pasar Indonesia. Setelah tahun lalu telah membukukan coverage layanan pengirimannya hingga 98% wilayah Tanah Air, kini J&T Cargo mengekspansikan pengirimannya ke wilayah Papua dengan hadir di 16 kecamatan di wilayah tersebut.

“Kami membuka rute pengiriman ke Papua ini sejak 1 April lalu. Pembukaan rute baru ini pun telah melewati proses studi untuk menentukan rute terbaik. Di sini, kami memprioritaskan keamanan dan ketepatan waktu untuk menghasilkan efisiensi,” ujar M. Said Abdullah, Network Manager J&T Cargo Indonesia saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/4/2023).

Di sisi lain, momentum waktu pengembangan jalur pengiriman ini dilakukan juga karena potensi yang ditawarkan oleh wilayah Papua. Perusahaan melihat data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, ekonomi daerah Papua tumbuh 8,97% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Genap Satu Tahun, J&T Cargo Jangkau 99% Wilayah Indonesia

Pertumbuhan daerah di wilayah tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan konsumen yang semakin berkembang. Dengan dibukanya rute ini, memungkinkan konsumen di Papua untuk mengakses lebih banyak produk.

Untuk mencapai wilayah Papua, saat ini pengiriman yang dilakukan perusahaan menggunakan rute dari Makassar, Sulawesi Selatan langsung
menuju Papua. Ke depannya, J&T Cargo akan menambah satu jalur lagi dari Surabaya langsung menuju Papua.

Menurut Said, Pasar pengiriman kargo sangat menarik. Pangsa pasar kargo secara tonase pada tahun 2021 mencapai empat kali lebih tinggi dibanding express. Potensi ini pun mendorong pertumbuhan bagi J&T Cargo.

Tahun 2022, tonase pengiriman yang dibukukan perusahaan bisa mencapai 2200 ton per hari. Dari total transaksi pengiriman di J&T Cargo, sekitar 55%-60% adalah transaksi yang terjadi di Pulau Jawa. Tingginya permintaan ini pun mendorong jumlah armada dari J&T Cargo yang kini mencapai 4.000 kendaraan.

Demand tersebut pun ditangkap oleh perusahaan dengan beragam layanan yang ditawarkan, mulai dari layanan Fasttrack yang menggunakan jalur darat atau Airtrack atau pengiriman melalui udara. Selain itu, perusahaan juga memiliki EZtrack sebagai layanan yang terintegrasi dengan platform e-commerce, seperti Lazada, Shopee, Akulaku, Blibli, hingga TikTok.

BACA JUGA: Optimalisasi Gudang Sortir Jadi Cara J&T Express Tingkatkan Operasional

Ada pula Maxtrack dengan efisiensi hingga 60% lebih murah dari layanan Fasttrack. Dan, layanan Supply chain management yang melingkupi beragam layanan logistik first mile hingga last mile.

Seluruh layanan ini pun dibangun perusahaan dengan tiga unique selling point (USP). Pertama, J&T Cargo memiliki service-level agreement (SLA) berupa on time delivery yang 10% lebih unggul  dari pesaing. Klaim ini didapat berdasarkan riset internal. SLA yang dibangun ini pun diklaim telah mendekati SLA perusahaan pengiriman express hingga 80%. Artinya, kecepatan pengiriman kargo dari J&T Cargo hampir sama cepat dengan pengiriman express.

Kedua, wide coverage yang menurut catatan perusahaan telah melingkupi lebih dari 99% wilayah Indonesia. Ketiga, service excellence. Sebagai perusahaan jasa, trust menjadi elemen yang dijaga. Perusahaan pun menyediakan layanan full coverage untuk jaminan apabila terjadi kerusakan dari barang yang dikirim.

“Dalam melakukan ekspansi, kami kerap membuka model kemitraan. Tercatat, dari 3200 outlet yang kami miliki, hanya 7% yang kami kelola sendiri. Sisanya adalah outlet milik mitra kami,” tutup Said.

Related

award
SPSAwArDS