Lewat Kolaborasi, Kemenparekraf Persiapkan Inovasi Kelola Sampah di Destinasi Wisata

profile photo reporter Ratu Monita
RatuMonita
15 September 2023
marketeers article
Konferensi pers Kemenparekraf RI hadirkan inovasi kelola sampah bersama GoTo Impact Foundation (GIF). (Sumber: Kemenparekraf RI)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menjalin kerja sama lewat intervensi ekonomi sirkular. Aksi nyata ini dilakukan bersama dengan GoTo Impact Foundation (GIF).

Kerja sama Kemenparekraf RI dan GIF dilakukan akan membantu para change makers terpilih untuk mengimplementasikan solusi berupa inovasi dalam kelola sampah di Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba melalui Catalyst Changemaker Ecosystem (CCE).

Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor sejalan dengan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang penanganan sampah laut.

“Sebagai negara kepulauan, wisata bahari merupakan salah satu aset terbesar pariwisata Indonesia. Kolaborasi dengan GoTo Impact Foundation sejalan dengan program Kemenparekraf dalam mengakselerasi dampak yang berkelanjutan bagi penyelesaian sampah di destinasi wisata Indonesia,” ujar Sandiaga, dikutip dari laporannya.

BACA JUGA Kemenparekraf Bongkar Strategi Meningkatkan Pengembangan Destinasi Indonesia di MarkPlus Tourism The 8th Strategic Discussion 2023

Sandiaga menambahkan, partisipasi aktif dari banyak pihak akan membantu mencapai target nasional pengurangan sampah sebesar 30% dan pengelolaan serta penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025.

Monica Oudang, Chairperson GoTo Impact Foundation (GIF) menyampaikan dukungan terhadap agenda bersama yang ditetapkan pemerintah.

“GIF membangun CCE yang merupakan prototipe dari innovation ecosystem untuk memobilisasi dan menyatukan para pembuat dampak, pendanaan, pengetahuan, dan keahlian guna mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia,“ ungkap Monica.

CCE sendiri memiliki peran sebagai katalisator dalam mengatasi permasalahan sampah dengan lebih cepat, lebih besar, dan lebih berkelanjutan.

Melalui CCE, Kemenparekraf RI akan memfasilitas data dan informasi yang dapat digunakan GIF sebagai acuan dalam pengelolaan sampah yang menerapkan ekonomi sirkular di tiga daerah wisata.

Lebih lanjut, dalam kolaborasi ini CCE berfungsi sebagai wadah yang melingkupi tiga kegiatan utama, yaitu Link Up,  Sync Up, dan Scale Up.

Di gelombang kedua ini, CCE telah dimulai di Maret 2023 dengan menggandeng 50 changemakers yang terdiri dari lembaga-lembaga nirlaba yang dekat dengan masalah di lapangan serta startup sebagai penyedia teknologi ke dalam Catalyst Changemakers Lab (Lab). Di dalam Lab, para changemakers berkumpul membentuk konsorsium untuk mengembangkan kapasitas dan memantik kolaborasi untuk menyusun solusi inovatif.

BACA JUGA Dukung Kemenparekraf RI, YABB Terapkan Ekonomi Sirkular di Destinasi Wisata

Setelah melakukan evaluasi mendalam dengan mempertimbangkan aspek inovasi, skalabilitas, kelayakan, keberlanjutan, dampak, dan teori perubahan, konsorsium changemakers dipilih dan akan segera mengimplementasikan proyek percontohan di tiga daerah pariwisata.

Konsorsium pertama akan menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa wisata dengan integrasi teknologi untuk menghasilkan energi terbarukan (Refuse Derived Fuel) dan material bangunan berkelanjutan.

Proyek ini dijalankan di Desa Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali oleh Bali Waste Cycle, Rebricks, dan WasteHub. Kedua, berlokasi di Desa Golo Mori Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, akan dijalankan oleh Divers Clean Action, Karma Bumi, Kole Project, dan Sky Volunteer (Synersia) untuk membangun pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan.

Terakhir, CCE juga akan mendukung pariwisata yang berkelanjutan melalui pengelolaan dan pengurangan sampah di area Danau Toba.

“Kami berharap seluruh pembuat dampak mulai dari pelaku bisnis, organisasi nonprofit, akademisi, pemerintah, dan seluruh masyarakat untuk #BergerakBerdampakBersama dalam menciptakan masa depan yang lestari melalui pengelolaan dan pengurangan sampah di Indonesia,” tutup Monica.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS