Mengenal Papiledema, Penyakit Mata yang Diidap Kurnia Meiga

marketeers article
Kurnia Meiga yang kini mengidap penyakit papiledema (Foto: X)

Kurnia Meiga tengah menjadi trending topic di platform X pada Senin (11/3/2024) pagi. Topik ini mencuat usai mantan istrinya, Azhiera Adzka Fathir, mengungkap kejadian tidak mengenakkan yang dialami selama berumah tangga dengan eks-kiper Timnas Indonesia tersebut.

Dalam pengakuannya, Azhiera menyebut salah satu kebiasaan buruk mantan suaminya yang akrab disapa Ega itu ialah suka menenggak minuman keras. Kebiasaan inilah yang kemudian menyebabkan penglihatan Ega hampir hilang total.

“Penyebab sakitnya itu alkohol, dokter sudah bilang. Tapi, dia (Ega) bilang karena guna-guna. Dia tidak pernah terima karena alkohol, dia bilang karena santet. Dia nggak mau disalahkan,” katanya dalam kanal YouTube Denny Sumargo.

BACA JUGA: Akira Toriyama Meninggal karena Hematoma Subdural Akut, Apa Itu?

Ega sendiri memang diketahui mengidap papiledema sejak 2017. Namun, benarkah alkohol adalah penyebabnya? Berikut ulasan mengenai penyakit ini yang dirangkum dari Halodoc:

Penyebab Papiledema

Papiledema adalah pembengkakan saraf optik mata karena adanya tekanan pada otak. Kondisi ini umumnya terjadi ketika ada peningkatan tekanan di sekitar otak akibat penumpukan cairan serebrospinal atau CSF. 

CSF sendiri berfungsi untuk menjaga otak dan saraf optik agar tetap stabil serta melindungi dari kerusakan akibat gerakan tiba-tiba. Ketika cairan ini menumpuk, area optic disc yang berisi saraf-saraf optik pun mengalami pembengkakan hingga memengaruhi penglihatan.

Selain penyumbatan CSF, papiledema juga dapat terjadi karena sejumlah kondisi medis tertentu yang cukup serius. Di antaranya, cedera traumatis di kepala, radang otak atau jaringan sekitarnya, tekanan darah yang sangat tinggi atau krisis hipertensi.

Infeksi otak, pendarahan otak, kumpulan nanah yang terinfeksi di otak (abses), radang selaput otak atau meningitis, anemia, ataupun lesi sumsum tulang belakang juga menjadi penyebab penyakit ini.

BACA JUGA: Mengenal Skizofrenia, Gangguan yang Dialami Ibu Bunuh Anak di Bekasi

Gejala Papiledema

Gejala awal papilledema yang paling umum adalah perubahan minor pada penglihatan. Mulanya, perubahan ini mungkin terasa seperti gangguan penglihatan sepele dan hanya terjadi beberapa detik.

Namun, jika tekanan otak terus berlanjut, perubahan penglihatan bisa berlangsung selama beberapa menit atau lebih lama. Dalam beberapa kasus, gejala ini bahkan bisa menjadi permanen.

Adapun gejala yang dimaksud termasuk penglihatan kabur, penglihatan ganda, melihat kilatan, kehilangan penglihatan selama beberapa detik, mual dan muntah, mengalami sakit kepala yang tidak normal, bahkan mendengar dering atau suara lain di telinga.

Jika Anda atau orang di sekitar mengeluhkan gejala serupa, segera periksakan ke dokter. Nantinya, dokter akan mendiagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS