Mengenal Soft Saving, Tren Menabung ala Gen Z yang Viral di TikTok

marketeers article
Ilustrasi soft saving. (Sumber: 123rf)

Soft saving belakangan ini menjadi tren dan viral di media sosial. Istilah soft saving mengacu pada pola menabung yang dilakukan oleh Generasi Z atau Gen Z.

Mengutip dari laman CNBC Internasional, tren soft saving mengacu pada menyisihkan uang lebih sedikit untuk masa depan dan menggunakan lebih banyak untuk saat ini. Berdasarkan riset Prosperity Index Study oleh Intuit, Gen Z memimpin tren menabung ini yang mana mereka lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan uang.

Soft saving adalah jawaban kehidupan yang lembut terhadap keuangan,” kata laporan itu.

BACA JUGA Menilik Preferensi Gen Z dalam Industri Fesyen dan Kecantikan

Tren menabung di Gen Z

Seperti yang disampaikan sebelumnya, Gen Z menjadi generasi yang memimpin tren soft saving ini. Hal ini karena karakter Gen Z yang cenderung mengutamakan kualitas hidup yang lebih baik daripada menumpuk uang di bank.

Terbukti, dari laporan Intuit menunjukkan tiga dari empat Gen Z lebih memilih kualitas hidup daripada uang ekstra yang terparkir di bank. Hal serupa terlihat juga pada tingkat tabungan pribadi di kalangan masyarakat khususnya di Amerika Serikat (AS) saat ini, tampaknya mencerminkan tren soft saving

Biro Analisis Ekonomi AS juga mencatat masyarakat AS menabung lebih sedikit pada tahun 2023. Tingkat tabungan pribadi, yaitu porsi pendapatan yang dapat dibelanjakan yang disisihkan untuk ditabung, lebih rendah yaitu sebesar 3,9% pada Agustus, dibandingkan dengan rata-rata 8,51% di masa lalu. 

Data ini pun dicatat Trading Economics sejak tahun 1959. Fenomena ini terjadi bukan tanpa alasan. 

Ryan Viktorin, wakil presiden konsultan keuangan di Fidelity Investments menyampaikan salah satu alasan penurunan tabungan pribadi adalah pulihnya pandemi COVID-19. Selain itu, inflasi juga mempersulit masyarakat untuk menutupi pengeluaran atau menabung.

“Karena masyarakat Amerika mengeluarkan pengeluaran yang jauh lebih rendah selama pandemi dalam dua hingga tiga tahun terakhir, maka masyarakat sekarang cenderung akan menghabiskan lebih banyak uang untuk mengganti waktu yang hilang,” ujar Ryan.

BACA JUGA Riset MarkPlus: Gen Z Cenderung Tak Percaya Ramalan Zodiak

Alasan Gen Z menabung lebih sedikit

Riset Intuit menyampaikan generasi milenial dan Gen Z lebih bersedia mengeluarkan uang untuk hobi dan melakukan pembelian yang tidak penting dibandingkan dengan Gen X dan boomer.

Bahkan, terdapat sekitar 47% generasi milenial dan 40% Gen Z menyatakan kebutuhannya memiliki uang untuk mengejar minat atau hobi mereka. Kebiasaan ini pun menjadi sorotan para ahli karena perjalanan dan hiburan sebagai salah satu pengalaman tidak penting yang diprioritaskan oleh generasi muda. 

Meski generasi muda menabung lebih sedikit, bukan berarti mereka hidup dari gaji ke gaji. Faktanya, Gen Z tampaknya hidup sesuai dengan kemampuan mereka dan peningkatan pengeluaran mereka lebih mencerminkan kenaikan harga kebutuhan pokok dibandingkan peningkatan selera terhadap kemewahan.

Menghabiskan uang untuk hal-hal yang benar-benar membuat bahagia adalah hal yang baik. Akan tetapi, seseorang juga harus memenuhi kebutuhan jangka pendek dan tetap pada jalur tujuan jangka panjang sebelum membelanjakannya dengan bebas.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS