Mengupas Mitos, Bottom of Funnel Paling Penting?

marketeers article
Tech for Business 2024. Foto: Marketeers

Dalam dunia digital marketing, sering kali ada anggapan bahwa “Bottom of Funnel” menjadi tahap yang paling penting. Namun, apakah benar demikian?

Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan Bottom of Funnel. Ini adalah tahap akhir dalam marketing funnel, yang mana prospek diubah menjadi pelanggan melalui tindakan konkret seperti pembelian atau komitmen. 

Tahapan ini sering dianggap kritis, karena di sinilah konversi terjadi. Bayangkan marketing funnel seperti kisah romansa. 

Saat berada di “top of funnel“, sama seperti ketika pertama kali berpapasan dengan seseorang yang menarik perhatian. Ada kesan awal yang membuat tertarik, entah itu penampilan, cara berbicara, atau aroma. Ini menciptakan rasa penasaran dan minat.

BACA JUGA: CMO ZAP Clinic Bongkar Rahasia Cara Mendekati Gen Z dan Milenial

Ketika masuk ke “middle of funnel“, mulailah mencari lebih banyak informasi. Misalnya, berusaha bertemu orang tersebut di tempat yang sama atau mencari tahu lebih banyak tentang mereka melalui media sosial. 

Dalam konteks pemasaran, ini mirip dengan konsumen yang mulai melakukan pencarian produk atau mengevaluasi merek. Akhirnya, tiba di “bottom of funnel”, yang mana keputusan dibuat, apakah akan menjalin hubungan atau tidak. 

Dalam pemasaran, ini adalah tahap saat konsumen melakukan pembelian atau mengambil tindakan spesifik lainnya. Dara Prayoga, Head of Digital Creative Astra Digital menyampaikan penting atau tidaknya bottom of funnel tergantung pada konteks dan perjalanan emosional yang dialami konsumen. 

“Dalam analogi romansa, jika seseorang tiba-tiba datang dan langsung mengajak menikah tanpa ada fase pengenalan dan pembentukan kesan, besar kemungkinan akan ditolak. Sebab, belum ada rasa dan kepercayaan yang terbangun,” katanya dalam acara Tech for Business 2024, Selasa (4/6/2024).

Hal serupa berlaku dalam pemasaran. Jika hanya fokus pada bottom of funnel tanpa memperhatikan top of funnel dan middle of funnel, perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk membangun kesan dan hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. 

Sebab, rasa dan pengalaman yang dibangun pada tahap awal sangat memengaruhi keputusan untuk  tahap akhir.

BACA JUGA: Menyingkap Fakta dari 9 Mitos dalam Digital Marketing

Sebuah riset menunjukkan konsumen sering membuat keputusan berdasarkan perasaan dan pengalaman. Ketika sebuah merek berhasil memunculkan emosi yang kuat, mereka lebih cenderung memilih merek tersebut. 

Misalnya, Astra Digital mencatat konsumen lebih tertarik pada produk yang memberikan kesan positif dan menyentuh emosi mereka.

“Dalam dunia yang semakin digital, di mana konsumen bisa terpapar hingga 400 konten per hari, merek harus menonjol dengan cara yang berarti. Ini bisa dilakukan dengan menghadirkan konten yang relevan dan emosional di setiap tahap funnel,” kata pria yang akrab disapa dengan Oka tersebut.

Contoh yang relevan adalah perjalanan pembelian mobil yang bisa memakan waktu 2-3 bulan. Selama periode ini, calon pembeli mengalami banyak titik kontak dengan merek. 

Hal itu mulai dari melihat iklan, membaca ulasan, hingga mengunjungi dealer. Setiap titik kontak ini harus memberikan kesan positif dan menjawab kebutuhan emosional konsumen.

“Dalam industri otomotif, konsumen seringkali membutuhkan justifikasi sebelum membuat keputusan pembelian. Mereka mencari rasa aman dan kepercayaan terhadap produk, yang bisa diperoleh melalui pengalaman positif di top of funnel dan middle of funnel,” tutur Oka.

Kesimpulannya, bottom of funnel bukanlah satu-satunya yang paling penting. Keseluruhan perjalanan konsumen dari top, middle, hingga bottom harus diolah dengan baik untuk membangun kesan dan hubungan emosional yang kuat. Dengan strategi yang menyeluruh dan konsisten pada setiap tahap, merek dapat meningkatkan peluang konversi dan membangun loyalitas jangka panjang.

“Penting untuk diingat bahwa pemasaran adalah maraton, bukan sprint. Dengan membangun hubungan yang bermakna dan memberikan pengalaman yang memuaskan di setiap tahap funnel, merek dapat memenangkan hati dan pikiran konsumen, memastikan keberhasilan jangka panjang di dunia digital yang kompetitif,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related