Meroket 521%, Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp 1,87 Triliun

marketeers article
Ilustrasi jalan tol yang dikelola Hutama Karya. Sumber gambar: dokumentasi Kementerian BUMN.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan sepanjang tahun 2023 membukukan laba bersih sebesar Rp 1,872 triliun. Perseroan meraih kenaikan laba sebesar 521% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya menjelaskan laba bersih diraih dari pendapatan perseroan yang mencapai Rp 26,93 triliun atau meningkat 11,81%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) Rp 24,08 triliun. Perolehan laba ini menjadi titik balik bagi transformasi menyeluruh yang dilakukan, mulai dari aspek keuangan, pengembangan bisnis dan investasi.

BACA JUGA: Gencar Transformasi, Laba Bersih Hutama Karya Capai Rp 1,66 Triliun

“Salah satu aksi korporasi yang dilakukan yaitu asset recycling yang dilakukan terhadap kerja sama investasi dua ruas Jalan Tol Trans Sumatera yakni jalan tol Medan – Binjai sepanjang 16,8 kilometer (km), dan Bakauheni – Terbanggi Besar 140,9 km bersama dengan Indonesia Investment Authority (INA) senilai Rp 20,5 triliun pada Juni 2023 lalu,” ujar Budi melalui keterangannya, Rabu (17/4/2024).

Menurutnya, dari kerja sama investasi tersebut, terdapat perbaikan dalam liabilitas perusahaan dari Rp 70,53 triliun menjadi Rp 53,11 triliun atau penurunan sebesar 24,70%. Selaras dengan itu, ekuitas Hutama Karya juga ditandai mengalami penguatan sebesar Rp 116,62 triliun dari sebelumnya Rp 85,78 triliun, yang mana mengalami peningkatan sebesar 35,96%.

BACA JUGA: Hutama Karya Bakal Sesuaikan Tarif Tol, Ini Penjelasannya

Tidak hanya itu, dari sisi perolehan kontrak baru, Hutama Karya juga mengantongi nilai kontrak baru yang cukup signifikan dari periode sebelumnya, yakni dari Rp 19,85 triliun pada tahun 2022. Angka tersebut tumbuh menjadi Rp 30,88 triliun pada tahun 2023 atau secara persentase meningkat sebesar 55,51% (yoy) yang sebagian besar didominasi dari pekerjaan Jalan dan Jembatan.

Sementara itu, Hutama Karya turut mendorong akselerasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan mengerjakan enam proyek infrastruktur. Adapun proyek tersebut di antaranya Tol IKN Pulau Balang – Sp Riko, Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 2, dan Jaringan Pipa Air Limbah 1 dan 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.

Peningkatan kinerja keuangan Hutama Karya juga terlihat dari menguatnya aset konsolidasi perusahaan dengan total sebesar Rp 169,74 triliun pada tahun 2023. Torehan tersebut naik sekitar 8,59% secara tahunan.

Pada periode yang sama tahun lalu, total aset Hutama Karya mencapai Rp 156,32 triliun. Laporan keuangan tahun 2023 juga mencatatkan rasio keuangan yang baik antara lain current ratio sebesar 2,27 kali yang menyatakan pengelolaan modal kerja untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 1,97 kali.

Pada tahun ini perusahaan juga mencatatkan nilai interest coverage ratio yang baik, yaitu sebesar 1,46 kali yang menandakan bahwa operasi perusahaan mampu menutupi beban-beban keuangan atas pinjaman yang dilakukan. Budi meyakini kinerja positif terhadap keuangan perusahaan ini merupakan keberhasilan bersama yang didasari dengan transformasi yang kuat.

“Namun ke depannya kita berharap keberhasilan ini dapat sustain,” ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS