Mind Mapping: Petakan dan Visualisasikan Ide agar Mudah Diingat

marketeers article
mind mapping | sumber: 123rf

Berbagai penelitian menunjukkan manusia cenderung lebih mudah mengingat sesuatu secara visual. Mind mapping menjadi salah satu teknik memetakan dan memvisualisasikan ide dan informasi yang kompleks menjadi lebih sederhana. 

Proses pembuatan mind map biasanya dimulai dengan memetakan topik utama dan kemudian menarik cabang sebagai ide pendukung. Makin besar mind map, bentuknya akan kian mirip, seperti jaring laba-laba yang saling sambung menyambung. 

Mind mapping ini banyak digunakan dalam sektor apa pun, baik bisnis, pendidikan, pemerintahan, NGO, bahkan untuk menyelesaikan urusan di dalam rumah. Dalam bisnis, mind map banyak dimanfaatkan untuk project planning, strategic thinking, hingga mencatat hasil meeting. 

Untuk memahami lebih dalam mengenai mind mapping, kegunaan, beserta cara pembuatannya, simak penjelasan berikut ini:

Apa yang dimaksud mind mapping?

Melansir dari mind maps, mind mapping adalah sebuah cara terstruktur dalam menggambarkan dan mengorganisasi ide serta informasi. Menurut Budd (2004), mind mapping ini dilakukan dengan mengidentifikasi terlebih dahulu topik utama dan kemudian membuat cabang sebagai kategori yang relevan dengan topik utama. 

Membuat mind map dapat membantu Anda untuk dapat berpikir secara detail tanpa melupakan gambaran besar atau big picture dari topik yang sedang Anda kerjakan. Mind map ini pula dapat dikreasikan sesuai kebutuhan agar makin mudah untuk dibaca, dipahami, dan diingat. Teknik ini bisa dilakukan untuk berbagai hal, mulai dari untuk pemecahan masalah besar atau sekadar membuat rencana liburan pada akhir tahun. 

BACA JUGA: Empathy Map: Human-Centered Design, Lebih Dekat dengan Pelanggan

Berikut beberapa kegunaan dari mind mapping:

1. Brainstorming ide dan visualisasi konsep

2. Mempresentasikan dan mengkomunikasikan ide

3. Mencatat hasil rapat secara efektif

4. Sebagai laporan dan dokumentasi

5. Menyederhanakan pekerjaan dan project management

6. Alat bantu menulis esai

Langkah-langkah membuat mind map

Dilansir dari Berkeley Well-Being Institute, membuat mind map tidaklah sulit, hanya sebuah proses sederhana dengan beberapa langkah sebagai berikut:

1. Tentukan topik utama dengan menuliskannya di tengah halaman pekerjaan Anda. Sebagai contoh, Anda mengambil topik digital marketing. 

2. Perluas dan jabarkan topik Anda dengan membuat cabang pertama. Sebagai contoh, 1)  strategi digital marketing, 2) channel digital marketing, 3) sumber biaya dari strategi digital marketing, dan lain sebagainya.

3. Tambahkan lagi cabang kedua untuk mendetailkan pemikiran Anda. Sebagai contoh, untuk strategi digital marketing antara lain, 1) omnichannel marketing, 2) content marketing, 3) SEO, dan seterusnya.

4. Berikan gambar atau anotasi tertentu. Ini bisa dilakukan dengan pulpen berwarna atau gambar tertentu yang merepresentasikan setiap poin yang Anda tulis agar mudah diingat dan dipahami. 

BACA JUGA: Growth Mindset vs Fixed Mindset: Pola Pikir Untuk Mencapai Kesuksesan

Demikianlah penjelasan mengenai mind mapping. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk berbagai keperluan, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan kantor Anda.

Membuat mind map tentu hal yang mudah, Anda hanya perlu menyiapkan alat tulis dan kertas/papan tulis saja. Namun, saat ini, terdapat banyak software dan aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk membuat mind map agar lebih menarik dan mudah dilakukan, seperti Lucidchart, Mindly, Mindomo, Bubble-Mind hingga FreeMind. 

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS