Mirae Asset: Industri Otomotif Masih Bisa Tumbuh Tahun Ini

marketeers article
Sumber: 123RF

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi industri otomotif yang sedang kurang kondusif saat ini dapat membaik pada penghujung tahun. Hal ini seiring dengan potensi perbaikan daya beli masyarakat dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Christopher Rusli, Research Analyst Mirae Asset menjelaskan daya beli masyarakat saat ini sedang tertekan karena kenaikan suku bunga yang menyedot uang beredar di masyarakat, yang akhirnya memicu kenaikan harga. Sebagai gambaran, turunnya daya beli tersebut tercermin dari angka penjualan mobil baru yang turun lebih dari 23%, menjadi sekitar 215.000 unit kendaraan pada kuartal pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 282.000 unit.

BACA JUGA: Kejar Ketertinggalan, Apple Diprediksi Akan Produksi iPhone Lipat

“Mirae Asset optimis daya beli masyarakat dan penjualan kendaraan akan membaik pada akhir tahun, apabila suku bunga The Fed di AS turun pada September, yang disusul oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada kuartal keempat selama nilai tukar rupiah stabil,” kata Christopher dalam keterangan resmi yang dikutip Marketeers pada Selasa (7/5/2024).

Meskipun bisa membaik pada kuartal keempat tahun ini, Mirae Asset memprediksi kinerja sepanjang tahun tidak akan sebaik tahun lalu. Salah satunya, dari sisi penjualan mobil baru sepanjang tahun ini yang diprediksi terjual 900.000 unit saja, di bawah prediksi pasar 1,1 juta unit.

BACA JUGA: Dorong Elektrifikasi, Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Capai Rp 180 M

Di sisi lain, Abyan Habib Yuntoharjo, Research Analyst Mirae Asset menjelaskan bahwa industri mobil bekas masih terus tumbuh, meskipun angka penjualan mobil baru sedang tertekan. Informasi tersebut tercermin dari angka pembiayaan otomotif yang terus tumbuh stabil di atas 10%, meskipun angka penjualan kendaraan, khususnya kendaraan untuk penumpang baru turun sejak akhir 2023 hingga awal tahun ini.

“Industri jual-beli mobil bekas relatif tak lekang zaman, karena secara alami seberapapun tingkat penjualan kendaraan mobil baru tentunya akan dijual juga oleh pemiliknya. Ekosistem dari masing-masing pelaku industri mobil bekas juga dapat mendukung kinerja mereka. Sehingga, semakin lengkap layanan dari satu perusahaan, maka akan mendukung kinerja perusahaan tersebut,” tutur Abyan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related