Consumer Goods

Enervon-C: Konsumen Loyal Belum Tentu Mau Berbicara

enervon-c
Photo Credit: gymholic

Meski bertahan dan menjadi pemimpin pasar sejak 37 tahun lalu, bukan berarti tantangan tak mengintai merek multivitamin daya tahan tubuh Enervon-C. Merek yang hadir sebelum era internet ini mulai mengadopsi marketing era digital.

Pada marketing era tradisional, merek cukup mudah menstimulus konsumen dengan iklan yang sifatnya satu arah. Seiring pesatnya internet dan keterbukaan informasi, customer semakin demanding, yang membuatnya juga semakin smart. Pendekatan gaya baru pun dilakukan oleh penguasa 60% volume share multivimatin daya tahan tubuh, Enervon-C.

Gampang banget saat ini seseorang merekomendasi produk di media sosial, ulasan produk di instagram, dan membeli produk di e-commerce. Pengalaman pelanggan yang baru akan suatu produk itu menjadi tantangan,” terang Trecy Vitriana, General Manager Darya-Varia Laboratoria (Enervon-C).

Memang masih cukup baru bagi Enervon-C menjamah dunia digital, seperti memperkuat kehadirannya di platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Menurut Trecy, meskipun multivitamin bukanlah produk consumer goods, tetap saja diperlukan pemasaran words-of-mouth di dunia digital. “Kami memaksimalkan media sosial untuk melahirkan words-of-mouth marketing,” katanya.

Trecy mengaki bahwa di era digital saat ini, customer path memang berubah. Advocacy menjadi lebih penting ketimbang act. Namun, ia kerap menemukan bahwa orang yang loyal terhadap produknya belum tentu akan speak-up mengenai pengalamannya menggunakan produk itu kepada orang lain.

“Maka itu, kami men-trigger-nya dengan community development. Idenya adalah bagaimana Enervon-C menjadi bagian dari kehidupan konsumen,” tegasnya.

Selain itu, di era media sosial seperti sekarang, penting bagi merek untuk tetap genuine alias tidak pencitraan. “Kalau ada feedback buruk di medsos, jangan dihapus.  Komplain artinya orang tersebut care dengan produk kita, dan mereka bisa menjadi loyal,” ucap Trecy.

Tantangan Enervon-C saat ini adalah memperlebar market size multivitamin yang penetrasinya masih 20%. Kendati masih kecil, Trecy mengakui, penjualan Enervon-C berhasil tumbuh positif di kala kategori multivitamin mengalami pertumbuhan stagnan hingga cenderung minus tahun lalu. “Ini jawabannya yang masih kami selidiki,” akunya.

Karena itu, tahun lalu pihaknya meluncurkan Enervon Active, sebagai diversifikasi produk yang diharapkan mampu menstimulus pasar multivitamin C. (Baca Juga: Darya-Varia Yakin Pasar Multivitamin Membesar)

“Enervon-C untuk menjaga tubuh agar tidak mudah sakit. Sedangkan, Enervon Active menjaga tubuh agar tidak mudah lelah,” tuturnya menjelaskan perbedaan dua produk tersebut.

 

MARKETEERS X








To Top