Perdoski: Nomenklatur Sp.KK/Sp.DV Kini Berubah Menjadi Sp.DVE

marketeers article
Ilustrasi. HUT ke-58, Perdoski Edukasi Nomenklatur Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE. (FOTO: 123rf)

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), merayakan ulang tahunnya yang ke-58. Tema peringatan HUT Ke-58 tahun ini adalah ‘Perdoski menjadi Rumah Bersama sebagai Organisasi yang Solid dan Bersatu’.

Tema ini memiliki makna luas, fokus utama adalah memperluas informasi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, dokter umum, dan dokter spesialis lainnya.

Hal ini meliputi kompetensi dan peran aktif dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia, serta memperkuat peran, solidaritas, dan sinergi antar anggota Perdoski.

Ketua Umum Perdoski, Yulianto Listiawan menyampaikan fokus peringatan HUT Perdoski tahun ini, yaitu meningkatkan kontribusi baik dalam internal organisasi maupun peran serta di masyarakat.

BACA JUGA: Belajar dari Dokter Qory, Kenali Ciri Korban KDRT yang Enggan Melapor

“Termasuk di dalamnya adalah penguatan kompetensi anggota dan peningkatan etika profesi untuk kesehatan pasien,” kata Yulianto dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2/2024).

Salah satu aspek yang dibahas adalah perubahan nomenklatur dari Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE, yang diakui dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) No. 99 tahun 2021, Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 163/E/KPT/2022, dan Surat Pemberitahuan Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia (KDVI) No. 1322-1/Kolegium-DV/VIII/2022.

Dokter Sp.DVE memiliki ruang lingkup yang luas, menangani berbagai kelainan kulit, infeksi, tumor dan bedah kulit, alergi, hingga infeksi menular seksual, serta berbagai tindakan kosmetik medik. Segala rentang usia, mulai dari bayi hingga lansia, masuk dalam cakupan layanan dokter Sp.DVE.

Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 dan Influencer, berbagi sudut pandangnya mengenai perubahan gelar Sp.DVE. Artika menekankan pentingnya informasi ini untuk mengedukasi diri dan keluarga agar terhindar dari kebingungan dan salah paham.

BACA JUGA: RSPB Kembangkan Klinik Kedokteran Olahraga Terintegrasi

“Awalnya merasa bingung, namun setelah memahami perubahan tersebut, merasa lebih tenang dan tidak khawatir lagi,” ujar Artika.

Ketua Panitia HUT Perdoski ke-58 Andreas Widiansyah, menyoroti partisipasi pihaknya di tengah masyarakat dengan memanfaatkan platform digital.

Webinar, workshop, diskusi panel, dan penyebaran informasi melalui media sosial menjadi bagian dari upaya untuk tetap terlibat dalam dunia digital tanpa meninggalkan kegiatan nyata seperti bakti sosial,” tutup Andreas.

Peringatan HUT Perdoski ke-58 bukan hanya sebagai momen perayaan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bagi seluruh anggota Perdoski untuk mengedukasi masyarakat tentang perubahan gelar Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE.

Kompetensi dokter Sp.DVE sama dengan dokter Sp.KK/Sp.DV, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Perdoski, sebagai organisasi, membina lebih dari 2900 anggota, termasuk hampir 2400 dokter Sp.DVE dan 500 Anggota Muda Perdoski yang sedang menempuh pendidikan DVE.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related