Persiapkan Anak untuk Hadapi Industri 4.0

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
12 Mei 2022
marketeers article
PHOTO CREDIT: 123RF
Tahun 2021 kembali menjadi tahun yang penuh tantangan, dengan pandemi COVID-19 yang terus memberikan dampak besar bagi banyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Meski demikian, di balik tantangan selalu ada peluang. Pandemi telah meningkatkan kecepatan perkembangan dan penerapan teknologi baru.
Semakin hari kita semakin melihat peran bermanfaat dari teknologi industri 4.0 yang mengubah cara kita hidup dan terhubung dengan satu sama lain, bekerja, serta mendidik anak-anak kita. 
Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi baru ini akan mengambil alih sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia. McKinsey & Company memprediksi bahwa meskipun sebanyak 23 juta pekerjaan dapat digantikan oleh otomatisasi di Indonesia hingga 2030, ada 27-46 juta pekerjaan baru dalam bidang teknik dan creative thinking yang dapat tercipta dalam periode yang sama.
Di saat pemerintah dan pemimpin industri sibuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan Industri 4.0, sektor pendidikan termasuk sekolah harus memikirkan kembali pendidikan dan bagaimana mempersiapkan generasi muda untuk menangkap peluang masa depan. Siswa harus dilengkapi dengan keterampilan dan pola pikir yang tepat untuk membantu mereka berkembang di dunia kerja masa depan.
Inilah salah satu alasan yang mendorongnya membantu mengembangkan kurikulum Komputasi terbaru untuk program Cambridge Primary and Lower Secondary. 
“Kurikulum komputasi kami dirancang bagi siswa muda untuk mengembangkan keterampilan yang berkaitan dengan Industri 4.0 seperti pemrograman, pemikiran komputasi, konektivitas, dan analisis data. Kurikulum ini akan membantu mereka untuk mengenali peran ilmu komputer dalam berbagai industri, mengembangkan keterampilan ilmu komputer mereka sendiri, dan mengenali peran yang akan dijalankan oleh ilmu komputer dalam karier mereka di masa depan,” tutur Lloyd Jeeves, Manajer Pengembangan Kurikulum Cambridge International.
Lantas, mengapa penting bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan ini di usia muda? Lloyd menerangkan sangatlah penting memiliki kemampuan komputasi yang kuat saat ini, di mana semakin dini seorang anak dapat mulai membangun dan mengembangkannya, semakin siap mereka untuk pembelajaran di masa depan dan dunia kerja. 
 “Dengan mempelajari pemikiran komputasi dan keterampilan pemrograman sejak usia dini, siswa akan dapat mengembangkan kompetensi seperti logika dan dekomposisi secara progresif, sebelum mereka harus bersaing dengan menerapkannya dalam lingkungan profesional dan kerja,” imbuhnya.
Lloyd juga menambahkan pelajar muda akan dapat bersenang-senang dengan program yang mereka buat, sambil mengembangkan pengetahuan dan keterampilan penting yang kemudian dapat diterapkan pada konteks yang semakin kompleks sepanjang pendidikan mereka dan seterusnya.
“Jika ingin anak-anak kita siap menghadapi Industri 4.0 dan menghadapi tantangan serta peluang yang akan hadir di kemudian hari, sangat penting bagi kita untuk memberikan mereka pendidikan yang menyeluruh disertai landasan yang kuat, termasuk membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan komputasi mereka dan pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi digital ini secara bertanggung jawab,” tutup Lloyd.

Related