Personalisasi Pelanggan, Mobile Apps Jadi Kunci Pemasaran Digital

marketeers article
Personalisasi Pelanggan, Mobile Apps Jadi Kunci Pemasaran Digital. (Sumber: 123rf)

Sepuluh tahun yang lalu, perusahaan atau merek memiliki kehadiran digital yang terbatas. Umumnya hanya sekadar web dan profil media sosial sederhana.

Pemasaran digital tidak dilihat sebagai sebuah kebutuhan. Saat ini, memiliki situs web dianggap penting untuk memulai bisnis. 

Namun, tren baru mulai mendefinisikan ulang hal tersebut dengan munculnya mobile apps sebagai instrumen untuk pertumbuhan bisnis. Perilaku konsumen dan adopsi teknologi telah berevolusi selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: Pemasaran Relasional di Era Digital, Masihkah Pelanggan Adalah Raja? 

Orang-orang menghabiskan lebih dari 3,5 jam setiap hari di smartphone, dan 88% dari waktu tersebut dihabiskan di mobile apps dibandingkan situs web. Bahkan, 50% konsumen lebih mungkin untuk membuat janji pertemuan atau melakukan pemesanan melalui mobile apps ketimbang saluran digital lainnya. 

Dilansir dari Forbes, pergeseran ke arah mobile apps ini menunjukkan transisi dalam penggunaan teknologi dan perubahan mendasar dalam ekspektasi konsumen. 

Mengintegrasikan Mobile Apps dalam Strategi Pemasaran

Untuk sejumlah bisnis, seperti spa, restoran cepat saji hingga praktik chiropraktik, mengintegrasikan mobile apps ke dalam strategi pemasaran menawarkan peluang unik untuk berinteraksi dengan pelanggan pada tingkat yang lebih personal dan praktis. Memanfaatkan framework strategi pemasaran, yang terdiri atas awareness, acquisition, experience, retention dan referrals, mobile apps dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan loyalitas pelanggan ketimbang memanfaatkan platform digital tradisional.

BACA JUGA: Peluang Usaha lewat Pemasaran Afiliasi, Ini Tipsnya bagi Pemula!

Awareness dan Acquisition

Pada tahap awal strategi marketing, mobile apps merupakan alat yang ampuh untuk meningkatkan visibilitas dan menarik pelanggan baru. Melalui app store optimization (ASO) dan push notification yang ditargetkan, bisnis dapat mengurangi kebisingan dan menjangkau pelanggan potensial secara langsung di smartphone, perangkat yang paling sering mereka gunakan. 

Experience 

Penggunaan mobile apps benar-benar menawarkan pengalaman yang lebih cepat dan responsif. Mobile apps menyediakan konten yang dipersonalisasi, proses pemesanan yang efisien, dan komunikasi yang cepat sehingga meningkatkan pengalaman pelanggan,

Retention and Referrals

Mobile apps dapat secara signifikan meningkatkan retensi pelanggan dan mendorong rekomendasi dari mulut ke mulut dengan menawarkan reward disesuaikan dan memudahkan pelanggan yang puas untuk memberikan ulasan atau berbagi pengalaman mereka dengan teman.

BACA JUGA: Bubarkan Tim Pemasaran, Ini Marketing Lesson dari Tesla

Mobile Apps adalah Masa Depan

Ketika membayangkan masa depan dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, jelas bahwa mobile apps akan memainkan peran penting. Bisnis yang tidak memiliki situs web kini berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. 

Namun, bisnis yang tidak memiliki mobile apps akan segera menghadapi tantangan serupa. Preferensi konsumen untuk mobile apps ketimbang situs web makin meningkat. 

Preferensi ini hadir karena adanya kenyamanan, kecepatan dan pengalaman yang dipersonalisasi yang disediakan mobile apps. Ini tiga hal yang sulit ditandingi oleh sekadar situs web. 

Untuk sebuah bisnis, pesannya jelas: mengadopsi mobile apps bukan hanya tentang mengikuti tren saat ini, tetapi juga memosisikan diri untuk kesuksesan pada masa depan. Ketika lanskap digital terus berkembang, bisnis yang akan bertumbuh adalah bisnis yang mengenali preferensi pelanggan mereka dan beradaptasi. 

Bisnis kecil sering bergulat dengan beberapa masalah utama ketika mempertimbangkan pengembangan mobile apps. Salah satunya mengenai modal hingga operasional yang besar. 

Ini dapat dimengerti, karena perusahaan kecil dengan anggaran terbatas mungkin ragu-ragu karena beban keuangan yang dirasakan terkait pengembangan aplikasi. Meskipun biaya di awal menjadi besar, namun ini bisa menjadi investasi strategis dalam hal engagement ke pelanggan dan visibilitas merek, yang berpotensi menghasilkan peningkatan penjualan dan loyalitas dari waktu ke waktu.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related