Proyek Strategis Nasional Dorong Perputaran Ekonomi Rp 1.670 Triliun

marketeers article
Ilustrasi pembangunan infrastruktur. Sumber gambar: 123rf.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) melaporkan proyek strategis nasional (PSN) mendorong perputaran atau stimulus ekonomi mencapai Rp 1.670 triliun. Jumlah tersebut diperoleh sejak proyek dijalankan pada tahap konstruksi.

Khoirunnurrofik, Peneliti LPEM UI menuturkan pada tahun 2016 hingga Februari 2023 sebanyak 132 PSN telah rampung dikerjakan. Adapun total nilai investasi yang digelontorkan sebanyak Rp 845,9 triliun.

BACA JUGA: WSBP Kebut Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan

“Artinya angka itu memberikan stimulus ekonomi dua kali lipat. Dalam kajian kami ini hanya melihat dampak ekonomi dari proses konstruksinya. Nilai ekonomi akan sangat jauh naik kalau dampak operasional PSN setelah selesai ikut dipertimbangkan,” kata sosok yang karib disapa Rofik pada acara Swindu PSN di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian nasional. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun akan menghubungkan distribusi barang dan jasa sehingga biaya logistik makin murah.

BACA JUGA: Waskita Karya Kebut Proyek Tol Bocimi dan Cimanggis-Cibitung

Tak hanya itu, pengetahuan, teknologi, dan budaya juga terkoneksi anatarwilayah di Indonesia yang berdampak pada peningkatan produktivitas. Dari catatan Rofik, hingga Mei 2023 total PSN yang telah selesai sebanyak 156 dengan nilai investasi lebih dari Rp 1.000 triliun di seluruh Indonesia.

“Dampak ekonomi berkaitan erat dengan kondisi bahan baku yang bisa disediakan dari lokal. Ketika proyek PSN banyak disuplai oleh industri dalam negeri maka dampak ekonominya akan lebih jauh meningkat,” ujarnya.

Dari hasil penelitian LPEM UI, dari 17 sektor PSN yang ada, sektor kawasan, jalan dan jembatan, serta smelter menjadi tiga sektor dengan kontribusi tingkat output ekonomi terbesar. Dari tiga sektor itu saja, kontribusinya mencapai Rp 1.269 triliun.

Secara terperinci, PSN sektor kawasan menstimulasi hingga Rp 661 triliun, memberi Rp 300 triliun nilai tambah, dan menyerap 1.888 tenaga kerja. Lalu, sektor jembatan dan jalan memberi kontribusi output ekonomi mencapai Rp 401 triliun, memberi nilai tambah Rp 182 triliun, dan menyerap 1.181 tenaga kerja.

Terakhir untuk PSN sektor smelter, berkontribusi terhadap output ekonomi nasional mencapai Rp 207 triliun. Proyek tersebut memberi nilai tambah Rp 82 triliun dan menyerap 337 tenaga kerja.

“Ini harus didorong komitmen dari industri untuk masuk. Jadi sekarang tugas kita untuk memanen dari infrastruktur yang ditanam untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS