Pusat Perbelanjaan Punya Peluang Berkembang di Kota Kecil

profile photo reporter Bianca Astira
BiancaAstira
29 September 2021
marketeers article
BANGKOK MARCH 17, 2016: People walk inside the Siam Paragon Shopping mall. It is one of the biggest shopping centres in Asia.
Pusat perbelanjaan masih menjadi tempat yang diminati masyarakat, meskipun di tengah pandemi COVID-19. Teges Prita Soraya selaku Director NWP Retail (A Warbug Pincus Portfolio Company) menyampaikan Indonesia menjadi negara new opportunities. Hal tersebut memicu para investor luar negeri percaya bahwa investasi mereka di Indonesia mampu berkembang.
“Di masa pandemi, perusahaan kami tetap membangun pusat perbelanjaan secara berkala dan berusaha mengakuisisi. Kami perlu terus berinvestasi untuk menyiapkan infrastruktur yang baik untuk menyambut keadaan yang mulai pulih. Kami tidak ingin tertinggal dengan opportunity yang ada jika membangunnya nanti,” ujar Teges pada acara Markteers Goes To Mall Episode 10 Rabu, (29/09/2021).
Ia menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan bukan di kota-kota besar, melainkan di kota kecil di Indonesia. Menurutnya, kota-kota kecil memiliki pangsa pasarnya tersendiri dan pusat belanja yang dihadirkan cukup untuk menunjang komunitas disekitarnya.
“Keadaan kerap berubah, kami harus bisa mendekatkan diri kepada pelanggan dan jeli melihat apa saja yang perlu dipersiapkan agar selalu adjust dengan keadaan di masa pandemi bahkan setelahnya. Tak hanya itu, kami juga memastikan occupancy dan tenant sudah siap sebelum membuka pusat perbelanjaan, sehingga tidak terasa kekosongan. Karena seperti yang banyak diketahui, jika mengoperasikan tanpa occupancy yang baik akan sulit menarik pelanggan,” ungkap Teges.
Menyikapi paparan Teges, Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. turut menambahkan kota kecil di Indonesia merupakan kota yang prospektif. Kehadiran pusat perbelanjaan di kota kedua ketiga itu sangat diharapkan.
“Jika pusat perbelanjaan hanya berada di pusat kota semua, pasti akan penuh sesak. Jadi, ini langkah yang tepat untuk memodernisasi gaya hidup inklusif di kota kedua dan ketiga bahkan sampai ke desa,” kata Hermawan.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related