Rebutan Urutan Kedua, NVIDIA Incar Posisi Apple

marketeers article
Ilustrasi logo NVIDIA. (FOTO: 123RF)

NVIDIA, perusahaan teknologi yang dikenal dengan produk-produk grafisnya, berpotensi menggeser Apple sebagai perusahaan paling berharga kedua di dunia. Lonjakan nilai saham Nvidia yang signifikan baru-baru ini telah meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan hingga mendekati posisi Apple.

Dikutip dari Companies Market Cap pada Kamis (30/5/2024), Apple saat ini memiliki valuasi senilai US$  2.917 triliun. Di bawahnya persis bertengger NVIDIA, dengan valuasi senilai US$ 2.824 triliun.

Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh permintaan tinggi untuk produk-produk Nvidia, terutama dalam bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan komputasi berbasis grafis.

Produk-produk seperti graphics processing unit (GPU) dari perusahaan itu telah menjadi komponen penting dalam pengembangan AI, yang mendorong permintaan pasar yang sangat besar.

BACA JUGA: Ramaikan Perang Streaming, Apple TV Bakal Hadir di Android

Terlebih lagi, produk GPU NVIDIA H100 selalu laris dipasaran, karena banyak digunakan sebagai pusat processing untuk AI. Harga satu unit NVIDIA H100 mencapai US$ 43.989.

Selain itu, Nvidia juga mendapatkan keuntungan dari peningkatan adopsi teknologi di berbagai sektor, termasuk gaming, pusat data, dan industri otomotif.

Inovasi dan investasi Nvidia dalam teknologi-teknologi ini telah membuat perusahaan berada di posisi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, Apple tetap merupakan pemain dominan dalam industri teknologi dengan produk-produk andalannya seperti iPhone, iPad, dan Mac. Namun, pertumbuhan Nvidia yang pesat menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan yang fokus pada teknologi AI dan komputasi grafis dapat bersaing dengan raksasa teknologi yang sudah mapan.

BACA JUGA: Perkuat Ekosistem Bisnis, Indosat Gandeng NVIDIA

Jika tren ini berlanjut, perusahaan bisa segera melampaui Apple dalam hal nilai pasar, menjadikannya perusahaan teknologi paling berharga kedua di dunia, hanya satu peringkat di bawah Microsoft.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika yang cepat dalam industri teknologi, di mana inovasi dan adaptasi terhadap tren baru seperti AI dapat mengubah lanskap kompetitif secara dramatis.

Sebagai rangkuman, posisi pertama masih dipegang Microsoft dengan valuasi US$ 3.189 triliun. Di posisi keempat, Google bertengger dengan valuasi US$ 2.181 triliun, diikuti oleh Amazon dengan valuasi US$ 1.894 triliun.

Lima besar perusahaan paling mahal di dunia adalah perusahaan di bidang teknologi. Sementara Saudi Aramco, yang dulu pernah menyalip nilai valuasi Apple pada tahun 2022, kini berada di urutan keenam.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related