Rupiah Amblas 113 Poin di Level Rp 15.826 per Dolar

marketeers article
Ilustrasi nilai tukar rupiah. Sumber gambar: 123rf.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) amblas sebanyak 113 poin di level Rp 15.826 pada perdagangan 25 Januari 2024. Pelemahan nilai rupiah diperkirakan masih terjadi hingga besok di rentang Rp 15.810 hingga Rp 15.880.

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka menuturkan pelemahan rupiah terjadi karena inflasi di AS yang diperkirakan masih tetap tinggi. Dengan begitu, The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

BACA JUGA: Dampak Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun

“Fokus pasar saat ini beralih pada produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV tahun 2023 yang diperkirakan menunjukkan penurunan pertumbuhan. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan tetap lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju,” kata Ibrahim melalui keterangannya, Kamis (25/1/2024).

Di Asia, faktor lain yang menyebabkan melemahnya rupiah yakni Bank Rakyat Cina secara tak terduga memangkas rasio persyaratan cadangan untuk bank-bank lokal, yang diperkirakan mengeluarkan hampir US$ 140 miliar likuiditas ke dalam perekonomian. Pemotongan tersebut kini akan memberikan lebih banyak likuiditas untuk disuntikkan ke dalam perekonomian.

BACA JUGA: Pemakaian Rupiah dalam Transaksi dengan Negara Mitra Terus Didorong

Beijing berencana untuk mengerahkan lebih banyak stimulus. Sinyal tersebut membantu pasar Cina bangkit dari posisi terendah dalam beberapa tahun, setelah melemahnya pertumbuhan ekonomi yang mendorong arus keluar modal besar-besaran dari pasar regional.

Di dalam negeri, faktor menahan pelemahan rupiah lebih dalam, yakni realisasi investasi Indonesia pada kuartal IV 2023 sebesar Rp 365,8 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 457.895 orang.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS