Rupiah Ditutup Melemah 22 Poin di Level Rp 15.637 per Dolar

marketeers article
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Sumber gambar: 123RF)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 22 poin di level Rp 15.637 per dolar pada perdagangan 22 Januari 2024. Tren negatif ini diperkirakan masih kan terus terjadi pada perdagangan besok di rentang Rp 15.610 hingga Rp 15.660.

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka menuturkan, pelemahan nilai tukar dipengaruhi ketidakpastian The Fed menurunkan tingkat suku bunga di AS pada Maret 2024.

Pejabat The Fed yang menyatakan bahwa masih terlalu dini bagi bank sentral untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga, terutama karena inflasi masih stagnan.

BACA JUGA: Dampak Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun

“Bank sentral juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan minggu depan,” kata Ibrahim melalui keterangannya, Senin (22/1/2024).

Menurutnya, faktor lain yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah yakni ekonomi Cina yang menunjukkan sedikit tanda-tanda perbaikan setelah Bank Rakyat Cina (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada rekor terendah. Ini menandakan bahwa bank tersebut memiliki ruang terbatas untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut dan mendukung pertumbuhan.

BACA JUGA: Coldplay Konser di Jakarta, Ekonom: Tidak Berdampak bagi Nilai Rupiah

Sedangkan dari dalam negeri, untuk menjaga nilai tukar rupiah pemerintah membidik investasi senilai Rp 77,5 triliun di 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2024, atau naik 17,4% dibanding capaian tahun 2023 senilai Rp 66 triliun. Sepanjang tahun 2023, investasi di KEK menyerap 57.005 tenaga kerja.

Pemerintah juga memberikan fasilitas fiskal ke perusahaan yang berinvestasi di KEK, yakni fasilitas pajak, kepabeanan, dan cukai.

Terkait pajak misalnya, ada pengurangan PPh Badan 25, kemudian untuk impor untuk bahan baku dan penolong ada penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, pembebasan PPN, PPnBM serta PPh impor dan pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD).

“Keseluruhan investasi di KEK memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian dengan tren yang cenderung meningkat selama periode 2019-2023,” ujarnya.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related