Siapkan Direct Call dari Belawan, Pelindo Bidik Negara India

marketeers article
Ilustrasi. (FOTO: Dok Pelindo)

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tengah mempersiapkan pengapalan langsung (direct call) dari Pelabuhan Belawan ke sejumlah negara bertahap, salah satunya India. Upaya itu dilakukan dengan bekerja sama dengan konsorsium Indonesia Investment Authority (INA).

“Pelayaran direct call akan menjadi salah satu ikhtiar penting untuk meningkatkan daya saing eksportir, sekaligus menghemat devisa,” kata Arya Sinulingga, Staf Khusus III Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikutip dari keterangannya di Jakarta, Senin (30/1/2023).

Pelindo menyebut India dipilih sebagai salah satu tujuan prioritas karena potensinya yang besar dan posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang Asia Selatan. Selain itu, nilai dan volume perdagangan antara Indonesia dan India juga terus meningkat.

BACA JUGA: Jelang Nataru, Pelindo Jamin Kelancaran Arus di 63 Terminal

Data perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Comtrade) mencatat nilai perdagangan kedua negara pada 2016 hanya US$ 16,92 miliar. Pada tahun 2021, nilainya naik hampir 25% menjadi US$ 20,96 miliar

Diperkirakan, jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Dari India, Indonesia banyak mendatangkan kendaraan bermotor, peralatan telekomunikasi, bahan bakar, daging kerbau, serta pakan ternak

Sebaliknya, Indonesia banyak mengekspor batu bara (nilainya mencapai US$ 4,3 miliar pada 2021), produk kelapa sawit (US$ 3,4 miliar), besi dan baja (US$ 1 miliar), bahan kimia (US$ 575 juta), serta karet (US$ 331 juta). Sebagian dari komoditas ekspor ke India tersebut dikapalkan dari Sumatera melalui Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Pelabuhan Perawang (Riau), dan sejumlah pelabuhan milik swasta di sepanjang Sungai Siak, Provinsi Riau.

BACA JUGA: Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Layani Kapal Peti Kemas Besar

Namun, Pelindo mengungkapkan pengangkutan komoditas ekspor selama ini tak bisa dikapalkan langsung menuju negara tujuan. Peti kemas dari Riau harus dikirim dulu ke Belawan

Selanjutnya, dari Belawan mampir terlebih dahulu ke pelabuhan transit di luar negeri, untuk digabungkan dengan peti kemas lain. Akibatnya, para eksportir mesti menanggung biaya sea freight yang mahal dan waktu tempuh lebih lama

Selain itu, negara harus menghabiskan banyak devisa karena sebagian besar jasa pengapalan dibayar dalam mata uang asing. Pelindo juga menyebut Pelabuhan Belawan berpeluang besar memberikan layanan direct call, terlebih dengan digandengnya DP World oleh INA sebagai mitra strategis dalam Konsorsium INA pada Agustus 2022.

DP World merupakan operator global yang memiliki jaringan dengan shipping line dan 60 pelabuhan internasional yang tersebar di lima benua.

Related

award
SPSAwArDS