Studi: 3 dari 5 Rumah Tangga Indonesia Berminat Gunakan FWA 5G

marketeers article
Ilustrasi FWA 5G (FOTO: 123RF)

Ericsson baru-baru ini merilis Laporan ConsumerLab terbaru yang mengungkapkan hasil survei persepsi konsumen terhadap fixed wireless access (FWA) 5G. Studi global pertama ini melibatkan 19 negara, 370 juta rumah tangga, dan mewakili 1,2 miliar penduduk.

Sehingga studi ini memberikan gambaran yang lengkap tentang pandangan konsumen terhadap FWA sebagai opsi internet rumah tangga yang sedang berkembang.

Dalam konteks Indonesia, minat terhadap FWA terbilang tinggi, dengan hampir 3 dari setiap 5 rumah tangga menyatakan ketertarikannya terhadap teknologi ini. Bahkan, setengah dari jumlah tersebut bersedia menaikkan biaya bulanan mereka untuk mengakses layanan FWA 5G.

John Yazlle, Head of Fixed Wireless Access Ericsson Networks menyatakan bahwa FWA merupakan kasus penggunaan 5G terbesar setelah mobile broadband, dan hasil studi ini memvalidasi preferensi rumah tangga untuk broadband berkecepatan tinggi dan kemudahan yang mendukung adopsi FWA 5G.

BACA JUGA: Ericsson: Konektivitas Jadi Kunci Atasi Dampak Pemanasan Global

“Saat ini FWA merupakan kasus penggunaan 5G terbesar setelah mobile broadband dalam hal penyerapan, dengan koneksi di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi 330 juta pada akhir tahun 2029. Pertumbuhan ini menghasilkan pendapatan tahunan bagi penyedia layanan sebesar US$ 75 miliar,” kata John Yazlle dalam siaran pers kepada Marketeers, Rabu (3/4/2024).

Hasil studi ini pun memvalidasi preferensi rumah tangga untuk broadband berkecepatan tinggi dan kemudahan yang mendukung adopsi FWA 5G. Ia menilai, adanya teknologi dan jaringan 5G merupakan momen yang tepat untuk menangkap peluang besar dan menjangkau lebih dari satu miliar rumah tangga dan perusahaan yang belum terlayani secara global.

Di Indonesia, Ericsson telah berkolaborasi dengan Telkomsel dan Qualcomm untuk menggelar uji coba FWA 5G menggunakan spektrum frekuensi baru, dengan tujuan memperluas jangkauan jaringan 5G dari wilayah pedesaan hingga area perkotaan padat penduduk.

BACA JUGA: Telkomsel dan Ericsson Berkolaborasi Perkuat Pengembangan 5G

Studi ini juga menunjukkan kepuasan pengguna FWA 5G terkait pengalaman layanan dibandingkan dengan pelanggan fiber optic, meskipun dalam hal kinerja jaringan, tingkat kepuasan pengguna FWA 5G setara dengan pengguna fiber optic.

FWA sendiri hadir dengan memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas, penyesuaian, dan kemudahan instalasi dibandingkan dengan solusi kabel. Ini menjadi penting terutama di Indonesia, sebuah negara kepulauan di mana solusi kabel tradisional mungkin tidak memungkinkan.

FWA menawarkan kemudahan dengan kemampuan nirkabel dan investasi awal yang minimum, cocok untuk mengatasi masalah aksesibilitas dan memperluas cakupan ke daerah yang kurang terlayani di pasar Indonesia.

BACA JUGA: Dongkrak Dividen Digital, Huawei Dorong Peningkatan 5G di 4 Konektivitas

Laporan ini juga mengidentifikasi enam segmen rumah tangga yang berbeda dalam hal preferensi dan hambatan terhadap FWA. Sehingga laporan ini mampu memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan dalam menargetkan preferensi konsumen yang berbeda.

Krishna Patil, Head of Ericsson Indonesia menekankan pentingnya FWA sebagai solusi yang efisien dalam mendukung upaya pemerintah untuk menyediakan koneksi internet ke wilayah terpencil dan pedesaan.

“Temuan Ericsson ConsumerLab  menegaskan pentingnya FWA sebagai solusi yang lebih efisien, karena tidak memerlukan kabel fisik dan pembangunan infrastruktur yang besar.  Kami percaya teknologi ini dapat mendukung upaya pemerintah untuk menyediakan koneksi internet ke wilayah terpencil dan pedesaan,” kata Krishna Patil.

Editor: Eric Iskandarsjah

 

Related

award
SPSAwArDS