Studi: Intermittent Fasting dan Risiko Kematian karena Penyakit Jantung

marketeers article
Studi: Intermittent Fasting dan Risiko Kematian karena Penyakit Jantung. (Ilustrasi 123rf)

Intermittent fasting atau puasa bergantian telah menjadi strategi populer, untuk menurunkan berat badan dengan membatasi asupan makanan pada periode waktu tertentu. Namun, sebuah penelitian baru mengaitkannya dengan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Keamanan intermittent fasting dipertanyakan oleh temuan mengejutkan dari penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan medis. Dilansir dari hindustantimes, membatasi waktu makan hanya dalam periode delapan jam sehari dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 91% dalam studi yang dirilis pada Senin (18/3/2024) di Chicago.

“Penelitian ini sangat penting dalam menunjukkan bahwa kita membutuhkan studi jangka panjang tentang efek praktik ini. Namun, ringkasan ini masih banyak meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab,” kata Keith Frayn, profesor emeritus metabolisme manusia di University of Oxford, dalam pernyataan kepada UK Science Media Center.

BACA JUGA: Jangan Kalap! Ini 5 Bahaya Makan Berlebihan saat Buka Puasa

Penelitian ini, yang dipimpin oleh Victor Zhong dari Shanghai Jiao Tong University School of Medicine, menganalisis data dari sekitar 20.000 orang dewasa yang termasuk dalam National Health and Nutrition Examination Survey Centers for Disease Control and Prevention AS. Studi ini melihat jawaban dari kuesioner bersama dengan data kematian dari tahun 2003 hingga 2019. 

“Kami mengontrol semua variabel ini dalam analisis, tetapi hubungan positif antara puasa dengan periode delapan jam dan kematian akibat penyakit kardiovaskular tetap,” kata Zhong.

Meski demikian, beberapa dokter mempertanyakan temuan studi ini, mengatakan bahwa hasilnya mungkin telah terpengaruh oleh perbedaan antara pasien puasa dan kelompok perbandingan yang mengonsumsi makanan selama periode harian 12 hingga 16 jam.

Studi ini menyoroti pentingnya studi jangka panjang untuk memahami efek jangka panjang dari praktik intermittent fasting dalam kaitannya dengan kesehatan jantung. Dalam konteks bisnis, temuan studi ini dapat memengaruhi industri makanan dan minuman, serta pasar kesehatan dan kebugaran.

BACA JUGA: 5 Tips Aman dan Nyaman Traveling saat Puasa agar Ibadah Tetap Lancar

Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih hati-hati dalam menganjurkan atau menerapkan praktik intermittent fasting, sambil terus mendorong riset lebih lanjut untuk memahami dampaknya secara menyeluruh pada kesehatan manusia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS