Survei Populix: 73% Orang Indonesia Paham Industri Halal

marketeers article
Amsterdam/Holland October 06 2019: Halal food store with doner kebab in the evening

Populix, perusahaan riset berbasis online melaporkan hasil penelitian terbaru bertajuk Industri Halal Indonesia. Dari hasil penelitian, sebanyak 73% masyarakat Indonesia mengaku tahu tentang industri halal dan sebagian besar dari mereka memahami konsep tersebut dengan baik.

Indah Tanip, Head of Research Populix menjelaskan penelitian ini melibatkan sebanyak 1.165 responden, laki-laki dan perempuan berusia 17-55 tahun di Indonesia. Mereka mengerjakan Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner dengan format pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, dan skala likert dengan durasi 15 menit. Adapun penelitian dilakukan pada tanggal 15-22 Januari 2024.

BACA JUGA: Ma’ruf Amin Ungkap Pengusaha Cina Tertarik Investasi Industri Halal

“Aktivitas mencari informasi tentang industri halal melalui media sosial juga semakin meningkat, mencerminkan peran penting media sosial dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang industri halal,” kata Indah melalui keterangannya, Senin (1/4/2024).

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah menapaki langkah yang kokoh menuju pusat industri halal global. Dengan proyeksi pertumbuhan populasi Muslim yang terus meningkat hingga tahun 2050, menjadikan hal tersebut kekuatan utama Indonesia dalam perdagangan produk halal di tingkat internasional.

BACA JUGA: Valuasi Industri Halal RI Diproyeksikan sebesar Rp 4.375 Triliun

Menghadapi tantangan ini, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia (Global Halal Hub) pada tahun 2024. Langkah ini didasari oleh potensi pasar produk halal yang besar di negeri ini. Selain itu, Indonesia juga menempati peringkat teratas sebagai konsumen terbesar produk halal jika dibandingkan dengan negara-negara Muslim lainnya.

Indah menyebut temuan lain dari penelitian ini adalah mayoritas masyarakat dengan persentase 80% percaya bahwa industri halal memberikan kontribusi positif pada perekonomian negara. Meskipun masih ada keraguan masyarakat tentang kemampuan Indonesia menjadi pemimpin pasar dalam industri halal, tetapi mayoritas masyarakat yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

Pemerintah juga telah mengambil langkah konkret dalam mendukung pengembangan industri halal, salah satunya melalui promosi dan pemasaran produk halal di pasar global. Dengan komitmen serius ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri halal di tahun-tahun mendatang.

“Berangkat dari temuan hasil studi, kami merekomendasikan bagi para pengusaha untuk semakin meningkatkan kualitas produk, pemasaran dan promosi, inovasi produk, kemitraan dan terus melakukan kolaborasi, serta memastikan sertifikasi halal yang sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia. Sementara itu, di sisi pemerintah perlu adanya peningkatan dukungan pada peraturan dan kebijakan yang mendukung, pendidikan dan pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan promosi internasional,” kata Indah.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS