Transformasi Digital Pertamina Patra Niaga dalam Mengintegrasikan Layanan Energi

marketeers article
Transformasi Digital Pertamina Patra Niaga dalam Mengintegrasikan Layanan Energi. (Marketeers)

PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga berperan signifikan dalam pelayanan publik. Peran ini mencakup ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, penerimaan, dan keberlanjutan layanan.

Mars Ega Legowo Putra, Director of Regional Marketing Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa untuk mendukung pembangunan nasional, Pertamina mengikuti ketentuan dalam UU Energi No. 30 Tahun 2007 Pasal 2.

BACA JUGA: Pertamina Hulu Energi Bukukan Laba US$ 2,77 Miliar pada 2023

Pada tahun 2023, pemerintah memberikan subsidi senilai Rp 96 triliun dan kompensasi sebesar Rp 126 triliun untuk BBM dan LPG.

“Dari sisi komersial, Pertamina menerapkan prinsip-prinsip bisnis secara profesional. Pada tahun 2023, pendapatan dari layanan publik (PSO) mencapai 63% atau sekitar Rp 500 triliun, sementara pendapatan dari layanan non-publik (NPSO) sebesar 37% atau sekitar Rp 300 triliun,” kata Ega di Marketeers Tech for Business 2024, di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (4/6/2024).

BACA JUGA: Pertamina Retail Bukukan Laba Bersih Rp 162,68 Miliar Sepanjang 2023

Transformasi digital menjadi pilar penting dalam strategi Pertamina. Produk-produk seperti Pertamina Dex, SPBU, Pertamax Turbo, dan Gas LPG Bright kini terintegrasi melalui aplikasi My Pertamina. Inisiatif ini termasuk juga produk baru seperti Dexlite, Bio Solar, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green 95.

Dengan transformasi digital ini, Pertamina berhasil mengumpulkan data pengguna BBM sekitar 8,6 juta dan pengguna LPG sekitar 41,8 juta. Data pelanggan ini disusun dan dianalisis berdasarkan sistem untuk mendapatkan profil pelanggan berdasarkan transaksi mereka.

“Melalui profil transaksi pelanggan, kami dapat menganalisis perilaku mereka dan mencari prospek potensial untuk upselling dan cross-selling,” ujar Ega.

Analisis data ini memungkinkan Pertamina memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan dengan lebih baik, sehingga dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih sesuai.

Misalnya, pelanggan yang sering membeli BBM jenis tertentu mungkin tertarik dengan penawaran khusus atau produk tambahan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Strategi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan data yang akurat dan terintegrasi, Pertamina dapat mengembangkan pendekatan pemasaran yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Selain itu, pendekatan ini juga membantu Pertamina dalam mengidentifikasi peluang pasar baru dan memperkuat posisinya di industri energi.

Keberlanjutan dan inovasi menjadi kunci bagi Pertamina dalam menjalankan misinya sebagai penyedia layanan energi yang handal dan efisien, sambil terus berkontribusi pada pembangunan nasional.

“Pertamina tidak sekadar menjadi penyedia energi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Perusahaan pun memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan tujuan nasional untuk kesejahteraan bersama,” tutup Ega.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related