Digital

Upaya Ternaknesia Jawab Kebutuhan Peternak di Indonesia

Sumber: 123RF

Sektor peternakan dan perikanan memegang peran penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, dukungan untuk sektor tersebut diperlukan agar mereka bisa terus menumbuhkan ekonomi Indonesia.

Menjawab hal tersebut, DSC 12 kembali menghadirkan webinar series yang ke 15. Kali ini, acara yang bertajuk Building Impactful Business in Farming & Fisheries Sector mengundang beberapa narasumber yang akan membahas bagaimana membangun bisnis yang berdampak sosial, terutama di sektor peternakan dan perikanan.

Dalu Nuzlul Kirom, Founder & CEO Ternaknesia memaparkan beberapa masalah yang dihadapi oleh peternak di Indonesia. Menurut Dalu, para peternak banyak yang tidak produktif dan kurang inovatif. Selain itu, mereka juga mengalami masalah dengan modal, sehingga banyak produk yang kurang berkualitas dan belum memiliki label halal.

“Di sisi peternak, produktivitas mereka masih rendah. Mereka juga ada masalah modal juga. Sedangkan di sisi konsumen, banyak produk yang kurang berkualitas dan belum jelas kehalalannya, sehingga konsumen lebih memilih produk impor,” kata Dalu.

Permasalahan tersebut yang menginisiasi Dalu untuk menciptakan platform digital untuk teman-teman peternak, yaitu Ternaknesia. Secara teknis, Ternaknesia memiliki beberapa platform yang berkaitan dengan konsumen dan peternaknya.

Platform pertama yaitu Sobat Ternak. Adanya platform ini dapat menciptakan ekosistem digital ternak di jaringan peternakan yang ada di dalam Ternaknesia, berdasarkan skema plasma dan klaster di setiap wilayah.

“Kami memberikan permodalan untuk para peternak. Kami juga bangun value chain disitu. Semua pakai aplikasi, dan dari situ kami bisa ambil data dan melayani kebutuhan dari teman-teman peternak. Mulai dari bibit sampai obat-obatan,” jelas Dalu.

Kedua, platform Ternakchain. Ternakchain adalah warehouse yang mengurus manufaktur dan distribusi menuju Ternakmart. Selain memproduksi, Ternakchain juga ditugaskan untuk menjual produk secara grosir ke antarpulau, baik online maupun offline.

Ketiga, Ternakmart. Ternakmart merupakan branch-branch yang dibangun Ternaknesia di beberapa wilayah yang produk-produknya berasal dari Ternakchain. Selain itu, Ternakmart juga memiliki store online yang mana konsumen bisa membeli produk Ternakmart melalui aplikasi.

“Ternakmart ini mengandalkan skema komunitas. Masing-masing branch memiliki pemilik yang berasal dari reseller atau community leader yang memiliki ikatan kuat dengan kami. Ini merupakan pasar terbesar kami untuk aspek ritel dan secara modal bisnis ini yang paling aman,” tambah Dalu.

Terakhir, yaitu platform Ternakbisnis. Platform ini menghubungkan peternak yang membutuhkan modal dan calon investor. Dengan dana investasi tersebut, akan digunakan untuk menjalankan usaha peternak. Sedangkan para investor akan mendapatkan bagi hasil dari aktifitas bisnis peternak yang bersangkutan.

“Ternakbisnis ini revenue nya dari sharing profit dan biaya pencairan. Dengan Ternakbisnis, kami juga akan membantu mengelola usaha peternak. Sedangkan untuk investor, imbalan yang akan didapat bisa mencapai 30% pertahunnya, bersih tanpa biaya admin, dan transparan. Intinya, semua usaha yang kami lakukan ini merupakan jawaban atas permasalahan para peternak dan peternak,” tutup Dalu.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top