Virtual Entertainment, Strategi Baru Brand Untuk Bangun Engagement

profile photo reporter Maida Beryl S
MaidaBeryl S
22 Mei 2022
marketeers article
Virtual Entertainment dapat menjadi strategi bagi brand untuk lebih engage dengan konsumen (Sumber: 123rf)
Perkembangan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) kian gencar di masyarakat. Tren teknologi ini juga semakin terdengar di telinga para pemasar. Hal ini bisa terlihat dari berbagai merek yang mulai menjajaki teknologi AR dan VR sebagai terobosan yang diharapkan mampu menjadi gebrakan bagi bisnis mereka. Dalam gelaran Jakarta Marketing Week 2022 di Grand Atrium Kota Kasablanka (21/5/22), Doni Teguh, Managing Director BigDonte Entertainment mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi VR dan AR memicu kehadiran Virtual Entertainment sebagai inovasi bagi bisnis dan brand dalam membangun hubungan yang lebih engage dengan konsumen.
Virtual Entertainment pun menjadi strategi yang dicetuskan oleh BigDonte sebagai cara baru yang dapat diterapkan brand untuk lebih engage dengan konsumen atau audiensnya. Dengan generasi muda yang saat ini mendominasi pasar, dibutuhkan sebuah strategi yang sesuai dengan karakteristik generasi tersebut. Generasi muda yang dianggap lebih melek teknologi menjadikan AR dan VR sebagai future tools yang tepat untuk strategi marketing dan branding
Creativity is the most important thing, bagi anak-anak muda kreativitas menjadi hal yang paling menarik bagi mereka. Berangkat dari hal tersebut, saya melihat sebuah opportunities bahwa apa yang menjadi tren di kalangan anak muda seperti VR dan AR dapat menjadi jalan bagi brand untuk menarik hati mereka,” jelas Doni.
Lebih lanjut, Doni menyebutkan bahwa dengan menggunakan virtual entertainment, brand dapat menyampaikan product knowledge dalam kemasan dan bentuk yang lebih menarik. Selain itu, virtual entertainment juga dapat memberikan ‘bumbu’ pada strategi storytelling marketing yang dilakukan oleh brand. Hal tersebut bisa memberikan konsumen pengalaman yang berbeda sehingga brand mampu meraih posisi top of mind konsumen.
“Kebiasaan orang membeli produk di marketplace adalah melihat review-nya. Jika review yang ditampilkan bagus dan menarik, maka retention orang untuk membeli produk tersebut akan lebih besar. Bayangkan jika review tersebut ditambahkan teknologi augmented reality yang konsumen bisa jangkau dengan mudah, tentu angka konversi akan meningkat,” tambah Doni.
Sebelum menerapkan virtual entertainment dalam strategi marketing atau branding, brand perlu menentukan target pasar dan positioning terlebih dulu. Hal ini diperlukan agar brand dapat mengetahui bentuk komunikasi yang sesuai dengan target pasar. Penting untuk tetap menerapkan prinsip simple and fun agar informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah oleh konsumen.
Penggunaan teknologi VR dan AR pada virtual entertainment sebagai strategi marketing atau branding dapat menjadi sebuah added value bagi brand dibandingkan dengan cara konvensional. 
“Virtual entertainment empowers customers with the ability to visualize. Maka dari itu, brand perlu mempertimbangkan penggunaan virtual entertainment untuk menghadirkan bentuk komunikasi branding atau marketing yang sesuai dengan karakteristik dan minat konsumen,” tutup Doni.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related