Wajib Tahu, Ini Kemampuan yang Harus Dimiliki Saat Mencari Kerja

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
21 Januari 2022
marketeers article
Job message board blue background with empty space. We are hiring yellow banner. Business concept.
Salah satu cara agar mahasiswa semester akhir atau lulusan baru dapat segera mendapatkan pekerjaan, yaitu  memiliki keahlian khusus atau soft skill. Pasalnya, setelah lulus masih sedikit pengalaman kerjanya, sehingga kerap kalah bersaing dalam mencari pekerjaan. Terlebih lagi, di tengah merebaknya pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga persaingan semakin ketat.
Head of Communication PT Unilever Indonesia Kristy Nelwan mengatakan, saat ini melamar pekerjaan tidak bisa hanya mengandalkan indeks prestasi komulatif (IPK) yang bagus. Namun, perlu adanya pengalaman dan jam terbang baik itu dalam berorganisasi maupun bekerja.
Kristy menyebut, perusahaannya cenderung memilih orang-orang memiliki pengalaman dan soft skill yang bagus dibandingkan hanya bergantung pada IPK. Pemuda-pemuda yang memiliki inovasi serta kreativitas tinggi juga tak luput menjadi incaran perusahaan.
“Dalam merekrut karyawan khususnya lulusan baru, kami biasanya mempertanyakan skripsinya judulnya apa dan hasilnya bagaimana. Selain itu, kami melihat nilai tambahnya dia di mana yang bisa ditunjukkan saat kuliah ikut ekstra kulikuler apa,” kata Kristy dalam kegiatan Campus Marketeers Club secara virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2022).
Menurut dia, dalam membuat portofolio atau curriculum vitae (CV) para lulusan baru juga diminta untuk mengkreasikan sesederhana mungkin. Sebab, perusahaan cenderung enggan membaca riwayat hidup yang bertele-tele atau bahkan hingga berlembar-lembar.
Para pencari kerja, kata Kristy, diminta untuk menyusun CV secara lugas namun mampu menggambarkan kepribadian dan pengalam kerja. Sehingga perusahaan bisa melihat nilai lebih dibandingkan dengan kandidat-kandidat lain.
Tak hanya itu, kemampuan berbahasa Inggris serta Indonesia dengan baik dan benar menjadi kewajiban yang harus dimiliki. Kemampuan tersebut harus dimiliki secara verbal maupun tulisan.
“Ini sangat penting bagi kami karena di era seperti sekarang kemampuan berbahasa sudah menjadi keharusan. Bahkan, kemampuan Indonesia sangat penting. Sebab, banyak kandidat yang sudah fasih berbahasa Inggris, tapi justru kemampuan bahasa Indonesia kurang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kristy mengungkapkan, kemampuan dalam mengelola sosial media dan penguasaan teknologi juga sangat penting. Hal ini karena kampanye-kampanye melalui sosial media begitu efektif dan mampu dimanfaatkan sebagai metode pemasaran.
“Kalau dari industri kami, pengetahuan tentang market itu sangat penting. Tren-tren terbaru itu seperti apa. Tidak hanya tahu tapi juga punya opini atau punya input berdasarkan pemikirannya seperti apa,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related