Waspada Preeklamsia di Masa Kehamilan, Kenali 5 Gejalanya

marketeers article
Ilustrasi (Foto: 123rf)

Tanggal 22 Mei diperingati sebagai Hari Preeklamsia Sedunia. Sesuai namanya, peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kondisi tekanan darah tinggi selama masa kehamilan yang berpotensi fatal pada janin.

Melansir Halodoc, seorang ibu hamil bisa dikatakan mengalami preeklamsia jika tekanan darah sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih. Bisa pula tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih pada dua kali pemeriksaan dengan jarak minimal empat jam.

Masalah kesehatan serius ini biasanya berkembang setelah minggu ke-20 kehamilan. Jika tidak segera ditangani dengan baik, preeklamsia berisiko menyebabkan komplikasi, seperti kelahiran prematur, pendarahan hebat, kerusakan organ, hingga penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA: Mengenal Gejala Kembar Siam pada Ibu Hamil, Kondisi yang Dialami Abby dan Brittany

Karena itulah, sangat penting untuk mengetahui gejala preeklamsia. Berikut sejumlah pertanda yang mengindikasikan kondisi tersebut:

Pembengkakan di Kaki

Pembengkakan di kaki menjadi salah satu gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena dianggap wajar. Pasalnya, kaki bengkak selama kehamilan sejatinya memang merupakan hal yang lazim. 

Namun, kondisi tersebut bisa menjadi tidak wajar jika cairan di kaki sangat banyak hingga menimbulkan bengkak parah. Edema atau pembengkakan ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh, yang biasanya terjadi di kaki, wajah, mata, dan tangan.

Mual dan Muntah

Mual dan muntah juga menjadi gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena menyerupai morning sickness. Padahal yang perlu diingat, morning sickness hanya akan terjadi pada trimester pertama lalu akan menghilang untuk trimester dua dan tiga.

Jika mual dan muntah masih terjadi di pertengahan kehamilan, bisa jadi itu gejala preeklamsia. Segera lakukan pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria di urine.

BACA JUGA: Viral di TikTok, Ini Perubahan Fisik yang Terjadi saat Hamil

Sakit Kepala

Naiknya tekanan darah dapat menekan bagian tengkorak yang membuat ibu hamil mengalami sakit kepala. Gejala yang satu ini biasanya berupa sakit kepala yang berdenyut sangat parah, bahkan terkadang rasa sakitnya mirip dengan migrain yang sulit hilang.

Nyeri Perut, Bahu, dan Punggung Bawah

Gejala ini biasanya tersamarkan dengan rasa mulas, gangguan pencernaan, bahkan rasa sakit karena tendangan bayi. Adapun perbedaan nyeri bahu biasa dengan gejala preeklamsia, yaitu rasanya seperti ada yang mencubit di sepanjang tali bra atau di leher.

Berat Badan Naik Signifikan

Sebenarnya adalah hal yang lumrah jika ibu hamil mengalami kenaikan berat badan. Akan tetapi jika hal itu terjadi secara signifikan dalam waktu singkat, seperti naik 3-5 kilogram hanya dalam waktu seminggu, itu merupakan indikator preeklamsia. 

Kenaikan berat badan tersebut dihasilkan dari air di jaringan tubuh yang rusak, kemudian tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan. Karena itulah, hal tersebut tidak bisa disepelekan dan perlu segera diperiksa.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related