5 Mitos Digital Marketing, Media Sosial Saja Cukup?

marketeers article
digital marketing | sumber: 123rf

Perkembangan teknologi menuntut perusahaan dan pemasar untuk memanfaatkan beragam kanal dalam mendukung pemasaran agar lebih berdampak. Pemasaran digital (digital marketing) misalnya, bukan menjadi “barang” baru bagi pemasar lantaran hampir seluruh bisnis lintas sektor memanfaatkannya.

Di tengah dinamisnya lanskap digital, ini tidak hanya membawa hal positif, tapi juga sisi negatif secara bersamaan. Sumber informasi digital yang dapat diperoleh dengan mudah, faktanya tidak menjamin itu akurat. Tak jarang, banyak rekomendasi pemasaran muncul dan ditelan mentah-mentah tanpa melakukan verifikasi.

Hal ini juga bisa terjadi bagi merek atau perusahaan dalam mengimplementasikan digital marketing. Kanal-kanal digital menjadi sumber berkembangnya mitos hingga kesalahpahaman yang berpotensi menyesatkan. 

BACA JUGA: Digital Marketing: Bikin Untung atau Buntung?

Padahal, salah menerapkan strategi digital marketing bakal berbuntut panjang. Ini tidak hanya menguras modal perusahaan, tapi dampak besarnya juga menimbulkan kerugian. Banyak informasi liar yang muncul sehingga melahirkan mitos-mitos mengenai digital marketing

Simak mengenai lima mitos digital marketing yang pemasar atau perusahaan wajib tahu:

Hanya untuk Bisnis Besar

Faktanya, digital marketing dapat diterapkan oleh berbagai skala bisnis, baik itu kecil hingga besar. Bahkan, ini bisa menjadi efektif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) lantaran beriklan di platform digital akan lebih terjangkau.

BACA JUGA: 10 Mitos Digital Marketing yang akan Dibongkar di Marketeers Tech for Business 2024

Kanal-kanal digital yang bisa dimanfaatkan untuk membangun awareness cukup beragam. Merek bisa memanfaatkan platform media sosial (medsos) hingga menjalankan strategi search engine optimization (SEO) untuk membuat strategi digital marketing.

Kunci dari digital marketing adalah memahami target pelanggan dari merek atau perusahaan.

Butuh Anggaran Besar agar Efektif

Harus diakui dengan memiliki bujet digital marketing yang besar, merek atau perusahaan bisa memanfaatkan seluruh kanal digital secara lebih masif. Namun, pertanyaannya, apakah itu akan efektif? Jawabannya tentu tidak. 

BACA JUGA: 7 Skill Digital Marketing yang Wajib Anda Miliki, Anda Sudah Punya?

Digital marketing tidak selalu membutuhkan investasi yang besar. Merek hanya perlu memiliki perencanaan dan strategi yang matang. Dengan menghasilkan konten yang unik dan relevan ke audiens, merek bisa menghasilkan engagement yang tinggi di media sosial tanpa mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Hasilnya Cepat

Dunia digital memang berkembang cepat dan membantu pemasar dalam merancang strategi pemasaran. Namun, memperoleh hasil cepat dari penerapan digital marketing adalah pemahaman yang keliru. 

Kehadiran merek secara online tidak hanya membutuhkan waktu, tapi juga konsistensi. Ada kalanya beriklan di platform digital dalam periode tertentu bisa memperoleh hasil yang cepat.

Namun, hanya strategi digital marketing yang holistik yang dapat menghasilkan pertumbuhan secara berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Cukup lewat Media Sosial

Kehadiran merek atau perusahaan di media sosial memang sangat penting. Ini bisa menjangkar lebih luas calon pelanggan tanpa batasan geografis. 

Namun, memanfaatkan platform media sosial untuk strategi digital marketing tidaklah cukup. Ini harus diintegrasikan dengan saluran digital lainnya, seperti e-mail marketing, newsletter, konten yang relevan hingga iklan berbayar. Kesuksesan digital marketing datang dari pendekatan yang menyeluruh.

E-mail Marketing Sudah Usang

E-mail marketing tetap menjadi salah satu cara yang efektif dan dapat diandalkan untuk berinteraksi dengan audiens. Lewat e-mail marketing, merek atau perusahaan bisa membangun komunikasi dan pesan secara personal. 

Selama merek memahami preferensi pelanggan, tingkat konversi dari penerapan e-mail marketing bisa cukup tinggi dan berpeluang meningkatkan penjualan. 

Demikian lima mitos dari banyaknya salah kaprah terkait digital marketing. Untuk memahami lebih dalam terkait digital marketing, perhelatan Marketeers Tech For Business 2024 kembali hadir.

Mengambil tema: Digital Marketing MythBusting, di sini para merek hingga pemasar akan mengetahui mitos-mitos terkait digital mareketing secara komprehensif. Informasi selengkapnya bisa diakses di sini.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS