Digital

Intip Layanan Super Seller Dari Bukalapak

Sumber: Bukalapak

Jika dikatakan bisnis digital adalah bisnis di kanal yang gratis, maka Anda salah besar. E-commerce tetap harus mengambil margin dari bisnisnya. Salah satunya melalui pemberlakuan tarif penjual premium. Di Bukalapak, layanan ini disebut Super Seller.

Bukalapak telah memberlakukan layanan ini sejak tahun 2019 dengan nilai 3% untuk tiap Pelapak. Di awal tahun 2021, e-commerce ini memutuskan untuk menerapkan satu tarif rata untuk layanan ini, yaitu sebesar 0,5%. Bukalapak mengklaim biaya ini menjadi yang termurah di jajaran e-commerce di Indonesia.

“Pemberlakuan tarif layanan ini diikuti dengan penawaran keuntungan untuk para pelapak. Kami berupaya untuk meningkatkan transaksi hingga 15 kali lipat dan bisa memasang badge Super Seller sebagai tanda bahwa lapaknya terpercaya,” papar Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak.

Keuntungan lain yang ditawarkan Bukalapak seiring perataan tarif ini adalah pelapak bisa menarik lebih banyak pembeli. Lapak dengan badge Super Seller akan mendapatkan fasilitas gratis ongkir, potongan budget promosi sebesar 5%, bisa mengikuti kampanye flash deal, hingga memberikan voucher cashback untuk pembelinya.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan sejak fitur ini diluncurkan, tujuan utamanya memang untuk meningkatkan penjualan pelapak. Bisnis di e-commerce merupakan bisnis yang tidak terlalu kuat. Masih banyak UKM yang menganggap bahwa hadir di kanal digital bisa langsung memperluas cakupan pasar dan peningkatan jumlah pembeli. Padahal, mereka tetap memerlukan strategi pemasaran mulai dari promosi, terlibat dalam ragam aktivasi, dan mendapatkan pengakuan sebagai pelapak terpercaya.

“Ke depannya akan ada lebih bayak tantangan bisnis yang akan dihadapi oleh pengusaha, terutama UKM. Untuk itu perlu adanya dorongan agar mereka menaikkan kelas lapaknya sebagai lapak yang terpercaya agar terjadi peningkatan kepercayaan yang dapat meningkatkan penjualan,” tutup Rachmat.

Bukalapak pada tahun 2020 telah mencatat raihan luar biasa yang diikuti oleh peningkatan bisnis pelapaknya. Perataan tarif ini juga menjadi langkah pertama e-commerce ini dalam mewujudkan inisiatifnya membangun ekonomi digital di Indonesia.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top