Apple Rugi US$ 12,3 Juta karena Tertipu iPhone Palsu

marketeers article
Ilustrasi produk iPhone(FOTO: 123RF)

Penipuan pengembalian iPhone palsu menyebabkan Apple mengalami kerugian finansial yang signifikan. Kerugian finansial yang dialami Apple dari penipuan ini diperkirakan mencapai jutaan dolar.

Dilansir dari Wccftech pada Rabu (5/6/2024), kasus ini bermula ketika sekelompok penipu mengajukan pengembalian untuk perangkat iPhone yang seolah-olah rusak, namun sebenarnya merupakan ponsel palsu atau tiruan.

Modus operandi mereka adalah membeli iPhone asli, kemudian menggantinya dengan perangkat palsu yang tampak mirip, dan mengembalikannya ke Apple dengan klaim bahwa perangkat tersebut rusak.

BACA JUGA: Melawan Samsung, iPhone 16 Akan Debut di Korea Selatan

Tidak cuma iPhone saja, perangkat lain dalam ekosistem Apple seperti Apple Watch, iPad, dan perangkat lainnya. Ternyata, modus ini sudah berjalan sejak tahun 2014.

Selama sepuluh tahun, laporan memprediksi setidaknya ada 16.000 perangkat palsu yang ditukarkan, termasuk iPhone palsu. Hingga saat ini, kerugiannya ditaksir sampai US$ 12,3 juta.

Penipuan ini terjadi dalam skala besar, dan laporan menunjukkan bahwa ribuan unit iPhone palsu telah dikembalikan ke Apple.

BACA JUGA: Penjualan iPhone di Cina Meroket 52%

Apple, yang memiliki kebijakan pengembalian yang relatif longgar untuk menjaga kepuasan pelanggan, menerima pengembalian ini tanpa memeriksa perangkat secara menyeluruh. Akibatnya, perusahaan menerima sejumlah besar ponsel tiruan sebagai pengembalian dari pelanggan.

Kasus ini otomatis juga memaksa Apple harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan investigasi dan memperketat kebijakan pengembalian serta prosedur verifikasi perangkat.

Kasus ini menyoroti perlunya perusahaan untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan serta proses verifikasi dalam menangani pengembalian produk.

BACA JUGA: Heboh Emas Palsu, Manajemen Antam Beri Penjelasan

Dalam upaya untuk mencegah terulangnya insiden serupa, Apple kemungkinan akan memperketat kebijakan pengembaliannya dan mengimplementasikan langkah-langkah verifikasi yang lebih cermat untuk memastikan bahwa perangkat yang dikembalikan adalah produk asli.

Di satu sisi, kasus ini juga berfungsi sebagai peringatan bagi perusahaan lain untuk waspada terhadap potensi penipuan dalam proses pengembalian produk mereka.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related

award
SPSAwArDS