Buka Peluang Ekspor, Jokowi Minta RI Buat Roadmap Produksi Sorgum

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
05 Agustus 2022
marketeers article
Berpeluang diekspr, RI sedang rancang roadmap produksi komoditas sorgum. (FOTO: 123RF)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan menyiapkan peta jalan (roadmap) produksi hingga hilirisasi komoditas pangan berupa sorgum hingga tahun 2024. Permintaan itu diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto seusai rapat di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (4/8/2022). 
Ketersediaan roadmap produksi hingga hilirisasi sorgum RI dapat memberi gambaran penting terkait potensi penggunaannya di masa mendatang. Termasuk sebagai bahan baku pakan ternak pengganti jagung, hingga kemungkinan manfaat lain seperti diolah menjadi bioetanol. Sorgum juga dapat menjadi pengganti bahan pangan lain seperti gandum, yang dibutuhkan sejumlah negara.
“Dengan demikian tentu kita harus mengembangkan tanaman pengganti ataupun substitusi dari gandum. Indonesia tentu punya beberapa alternatif selain sorgum. Itu bisa juga dari tanaman sagu dan singkong,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers di Istana Negara, seperti dilansir Marketeers dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI.
Catatan penting dalam pembahasan awal roadmap komoditas sorgum RI, termasuk peningkatan kapasitas produksi di berbagai daerah. Upaya tersebut didorong dengan perluasan lahan garapan sehingga dapat memenuhi sasaran tanam sorgum hingga tahun 2024. Untuk tahun 2022, sasaran tanam sorgum di Indonesia mencapai angka 15 ribu hektare.
Realisasi pengembangan sorgum hingga paruh pertama tahun 2022 ini sendiri, menurut Airlangga, baru menyentuh kisaran 4,36 ribu hektare yang tersebar di enam provinsi. Hasil produksi sorgum dari keseluruhan lahan tersebut baru mencapai sekitar 15,25 ton atau sekitar 3,36 ton per hektare. Dalam kurun waktu dua tahun ke depan, Presiden menargetkan besaran pengembangan sorgum bisa mencapai 10 kali lipat lebih besar.
“Bapak Presiden minta bahwa diprioritaskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Waingapu yang kemarin sudah ditinjau. Tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115 ribu hektare dan di tahun 2024 sebesar 154 ribu hektare,” kata Menko Airlangga menambahkan terkait roadmap pengembangan sasaran tanam dan produksi komoditas sorgum di RI tersebut.
Adapun peluang ekspor komoditas bahan pangan berupa sorgum ke beberapa kawasan terbuka, setelah sejumlah negara produsen gandum mengeluarkan kebijakan penghentian ekspor. Sejumlah negara tersebut antara lain Kazakhstan, India, Afghanistan, Serbia, hingga Ukraina. Negara yang disebut terakhir baru akan kembali membuka keran pengiriman gandum ke luar negeri usai melakukan pembahasan gencatan senjata terkait konfliknya dengan Rusia.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related