CCE X Bappenas X Kemenparekraf RI Berdayakan Empat Wilayah Wisata

marketeers article
CCE berkolaborasi dengan Bappenas dan Kemenparekraf RI dorong pengembangan wilayah wisata (Foto: CCE)

Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 sebagai program yang diinisiasi oleh GoTo Impact Foundation (GIF) bekerja sama dengan Bappenas RI dan Kemenparekraf RI. Kolaborasi ketiga pun mendorong pengembangan empat destinasi wisata di Belitung, Lombok Tengah, Magelang, dan Malang. 

Program ini berfokus pada pengembangan wilayah agar terus bertumbuh, dan mampu menyelesaikan masalah sosial, lingkungan, dan ekonomi secara mandiri. 

Setelah tiga tahun bergerak bersama 80 changemakers dan 50 mitra, CCE pun menghasilkan 18 inovasi di Bandar Lampung, Semarang, Makassar, Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba. 

BACA JUGA: Menparekraf: Fenomena Revenge Travel Diperkirakan Menurun pada 2024

Dari perjalanan ini, GIF mengidentifikasi tiga pembelajaran penting, yaitu permasalahan kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja, tidak bisa dituntaskan dengan pendekatan yang bersifat general tanpa penyesuaian dengan konteks lokal, dan tidak cukup jika hanya menyasar satu sektor. 

”GIF menginisiasi CCE sebagai katalis untuk mengakselerasi dampak yang berkelanjutan dalam skala yang lebih besar di Indonesia,” ujar Monica Oudang, Chairperson GoTo Impact Foundation dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu. 

Tahun ini, CCE memfokuskan pemilihan empat lokasi berdasarkan prioritas pemerintah, urgensi permasalahan, hingga ketersediaan infrastruktur dan changemakers

BACA JUGA: Sasar Turis RI, Tourism WA Luncurkan Program Panduan Wisata Muslim

Di wilayah Bangka, Bangka Belitung, program akan difokuskan pada transisi dari sumber mata pencarian yang bersifat eksploitatif ke sumber penghasilan yang berkelanjutan dan bisa membangun ketahanan pangan berkualitas.

Lalu di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk mendorong pemerataan ekonomi dan kelestarian lingkungan akan menjadi fokus di dalam program.

Berbeda dengan di Magelang, Jawa Tengah. Pemerataan ekonomi dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan secara ekstrem.

Sementara di Malang, Jawa Timur, optimalisasi rantai pasok antarsektor ditujukan agar bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Masyarakat setempat berada di garis depan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan wisata. Kami sangat berharap bahwa solusi yang dihadirkan para changemakers bisa benar-benar membangun kemandirian masyarakat,” papar Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Dari sini, diharapkan masyarakat bukan hanya berperan sebagai penerima manfaat, tapi sebagai salah satu aktor utama yang dapat mendorong pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Related

award
SPSAwArDS