Digital Agensi ini Kuliti Strategi Influencer Marketing PUMA di Indonesia

marketeers article
H&K-BCW, Digital Agency for PUMA Indonesia membeberkan strategi influencer marketing PUMA di Indonesia (Foto: Marketeers/Nugraha Satia)

Dalam era di mana pengaruh digital semakin merajalela, pertanyaan tentang efektivitas influencer marketing sering kali menjadi perdebatan. Apakah ukuran pengikut yang besar selalu menjamin dampak yang lebih besar pula? Atau justru, kehadiran influencer micro dan nano lebih berpengaruh?

Dalam acara Tech For Business 2024 dengan tema “Digital Marketing Mythbusting” di sesi “Bigger Influencer, Bigger Impact”, Baba Prasta, Head of Digital and Social H&K-BCW, Digital Agency for PUMA Indonesia mengupas tuntas strategi influencer marketing PUMA Indonesia.

Perusahaan ini menyoroti keunggulan dan peran penting micro influencer dalam menjangkau dan memengaruhi audiens secara lebih mendalam.

Pria yang sangat lihai memainkan “kulit bundar” di lapangan sepak bola ini menjelaskan bahwa meskipun mega influencer seperti Ibnu Jamil dan Jefri Nichol memiliki pengaruh yang besar, kehadiran micro influencer memainkan peran penting dalam influencer marketing PUMA.

Micro influencer cenderung memiliki engagement rate yang lebih tinggi dibandingkan dengan mega influencer. Hal ini disebabkan oleh hubungan yang lebih erat dan autentik dengan audiens mereka, yang pada akhirnya menghasilkan dampak yang lebih besar dalam komunitas mereka,” jelas Baba.

BACA JUGA: Buka Gerai di Lippo Mall Puri, PUMA Rayakan Kembalinya Palermo

Dalam pemilihan influencer, Baba menekankan bahwa keaslian dan kepercayaan adalah faktor kunci. PUMA fokus pada hubungan jangka panjang dengan influencer yang loyal dan tidak bersifat transaksional.

Sebagian besar dari PUMA Friends Indonesia merupakan influencer yang tidak dibayar secara langsung, melainkan menerima produk sebagai bentuk apresiasi. Hal ini mencerminkan pendekatan relationship-based yang diadopsi oleh merek tersebut.

Terkait platform, Instagram tetap menjadi platform utama dengan porsi hampir 50% dalam penggunaan untuk influencer marketing, diikuti oleh TikTok dan YouTube.

“TikTok, khususnya, menjadi platform yang sangat penting untuk menjangkau Gen Z. Di sini, kami berupaya untuk memanfaatkan komunitas TikTok dengan bekerja sama dengan key opinion leader yang populer di kalangan Gen Z,” kata Baba.

BACA JUGA: Infinix X Kairi ONIC Esports Padukan Strategi Influencer Marketing & Content Marketing

Dapat disimpulkan bahwa influencer marketing bukan hanya tentang jumlah pengikut, tetapi lebih kepada hubungan autentik dan kepercayaan yang dibangun dengan audiens.

PUMA Indonesia berhasil menggabungkan berbagai level influencer untuk mencapai tujuan pemasaran mereka. Di dalam strateginya ini, perusahaan melakukan penekanan pada micro influencer yang terbukti lebih efektif dalam menciptakan engagement dan kedekatan dengan komunitas mereka.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related