Jakarta Marketing Week 2024 Dorong Pelaku Usaha Ciptakan Impact

marketeers article
Hermawan Kartajaya dan Marullah Matali dalam JMW 2024. (FOTO: Marketeers)

Jakarta Marketing Week  (JMW) 2024 kembali hadir untuk memperluas wawasan terkait strategi marketing terkini. Dalam kegiatan yang digelar di Kota Kasablanka, Jakarta itu, tema yang diangkat adalah ‘Human+Tech= Impact’.

Hermawan Kartajaya, Founder dan Chairman MCorp mengatakan, tema tersebut diangkat ditengah kemajuan teknologi saat ini yang sudah memberikan dampak banyak bagi kehidupan manusia. Namun, manusia perlu menata kembali posisinya di tengah kemajuan teknologi, agar tak hanya terombang-ambing, dan cuma menjadi pengguna saja.

“Impact itu artinya bukan sustainability. Impact itu 5P. People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership. 5P itu kalau tercapai, maka value akan datang dengan sendirinya,” kata Hermawan Kartajaya dalam Opening Ceremony JMW 2024, Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA: Pelantikan CPM Asia ke-58: Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya Jadi Inspirasi

Dalam kesempatan itu, Hermawan Kartajaya (HK) kembali mengingatkan bahwa keseimbangan antara teknologi dan manusia perlu dicapai di era kini. Kemajuan teknologi yang pesat menuntut juga kualitas manusia yang ditingkatkan sesuai kebutuhan di era teknologi terkini.

Di dunia bisnis, pelaku perlu mulai melek teknologi dan memanfaatkannya dengan baik. Seperti Prosperity dalam konsep 5P yang disampaikan Hermawan, pelaku usaha perlu membangun nilai dalam merintis usahanya, agar tak cuma sekedar menjadi bisnis yang profit-oriented.

“Human+Tech=Impact itu artinya dalam membuat apapun, values dulu yang dicapai. Kalau merek membuat sebuah kegiatan yang berdasarkan values, maka akan banyak juga yang akan mendukung,” lanjutnya.

5P menjadi prinsip yang perlu menjadi acuan pelaku usaha masa kini. Karenanya, pelaku usaha harus mengedepankan manusia dan planet dalam menjalankan usahanya, sembari mencapai kemakmuran dan perdamaian, melalui kerja sama yang dibangun.

BACA JUGA: Jago Excel? Ikuti Excel Rookie Cup di Jakarta Marketing Week

Dinamika teknologi dan bisnis era kini membuat pelaku usaha harus aware dengan perubahan. Misalnya, nikel yang dulunya tak berharga, kini menjadi bisnis ratusan juta dolar.

Begitu juga dengan teknologi lawas seperti kamera analog, piringan hitam, yang makin menjadi tren, kendati sudah banyak moda teknologi yang lebih canggih. Inilah yang disampaikan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Marullah Matali.

Marullah menilai bahwa menjadikan Jakarta sebagai kota global artinya membangun Jakarta sesuai dengan prinsip 5P. Membangun Jakarta yang aware dengan perubahan meski tak lagi berstatus sebagai ibu kota nantinya.

“Mulai hari ini dan ke depan, rasanya kita tidak bisa meremehkan apapun juga, dan Jakarta butuh itu. Ke depan Jakarta bukan lagi ibu kota, tapi bukan membuat Jakarta turun kasta,” katanya.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related