Jelang Tutup Buku 2017, Sharp Electronics Masih Kejar Rp 800 M

marketeers article
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia (Kanan)

Di tengah penurunan industri elektronik Tanah Air, Sharp perusahaan asal Jepang tengah berjibaku mengejar target yang mereka buat sendiri. Pasalnya, di bawah PT Sharp Electronics Indonesia belum mampu memenuhi target penjualan tahun buku 2017 sebesar Rp 8 triliun.

Hingga akhir Februari 2018, perusahaan baru memenuhi 90% target penjualan atau sekitar Rp 7,2 triliun. Masih ada Rp 800 miliar lagi yang harus dikejar selama Maret ini.

“Secara keseluruhan pasar pada tahun ini kurang menggembirakan. Meski begitu, kami optimistis untuk tahun 2018. Bisa dikatakan saat ini adalah masa bertahan hidup. Siapa yang kuat di masa krisis ini, mereka akan bertahan,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia saat menjamu para awak media di Bandung, Sabtu (10/3/2018).

Andry mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih tumbuh meski di bawah target yang mereka canangkan. Sharp sampai Desember 2017 tumbuh sebesar 3% di tengah penurunan pasar yang mencapai 10%. Dari sini, Sharp mampu meraih peningkatan pangsa pasar yang luar biasa.

“Meski begitu, saya masih harus menembus target Rp 800 miliar sebelum menutup financial year 2017. Sebuah target yang cukup sulit melihat kondisi pasar yang konsumennya sedang banyak yang menunda pembelian elektronik,” tutup Andry.

Editor: Sigit Kurniawan

Related

award
SPSAwArDS