JobStreet Ungkap Kondisi Pasar Kerja dalam Job Outlook Report 2022

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
24 Juni 2022
marketeers article
Ilustrasi pelamar kerja dalam laporan JobStreet Job Outlook Report 2022 (FOTO: JobStreet)
JobStreet menyampaikan data terkini terkait kondisi pasar kerja di Indonesia melalui laporan Job Outlook Report 2022 pada Rabu (22/6/2022) lalu. Dalam laporan tersebut, JobStreet menyebut alasan fenomena para tenaga kerja mengundurkan diri dari perusahaan, terlepas kondisi pandemi yang berangsur pulih. Keputusan itu diambil terutama akibat tidak sesuainya ekspektasi dan kenyataan di lingkup kerja mereka.
Alasan para pekerja memilih mengundurkan diri berdasarkan JobStreet Job Outlook Report 2022 tersebut misalnya disebabkan gaji yang dianggap tidak sepadan. Kemudian, terdapat juga keputusan untuk keluar dari pekerjaan akibat karyawan tidak memiliki kebebasan memilih bekerja dari rumah (Working from Home/WFH) atau berada di kantor (Working from Office/WFO).
“Kami berharap para pencari kerja dapat lebih memahami sentimen dan kondisi pasar kerja saat ini untuk bisa memajukan karier mereka. Di sisi lain, laporan yang kami sampaikan ini dapat dimanfaatkan juga oleh perusahaan untuk menyusun lowongan pekerjaan dan penawaran renumerasi menarik bagi pencari kerja,” kata Sawitri Hertoto, Country Marketing Manager JobStreet Indonesia, dalam konferensi virtual dengan awak media.
Faktor pendapatan sebagai ekspektasi dalam Job Outlook Report 2022, menjadi salah satu alasan JobStreet menyediakan dua fitur di situsnya. Pertama, adalah Panduan Gaji JobStreet untuk mengetahui nilai gaji sesuai pasar tenaga kerja berdasar spesialisasi, posisi, industri, dan gaji pokok bulanan. Kedua, yakni Kalkulator Gaji JobStreet yang bermanfaat bagi mereka yang berencana pindah pekerjaan dan ingin bernegosiasi gaji.
 
Dengan merilis Job Outlook Report 2022, JobStreet memahami tantangan dari berbagai kalangan termasuk pencari kerja, pekerja, dan perusahaan. Namun, terdapat sejumlah catatan menarik yang mulai menggambarkan adanya pemulihan di berbagai sektor industri. Catatan tersebut menunjukkan aktivitas perekrutan sudah berjalan semakin aktif.
Dalam catatan JobStreet, tedapat peningkatan jumlah lowongan kerja hingga 45,8% pada periode Juli hingga Desember 2021. Penyebabnya diperkirakan berasal dari besaran masyarakat Indonesia yang sudah menerima vaksinasi COVID-19, bahkan didorong untuk mendapatkan dosis penuh maupun booster. Tingkat pengangguran dalam catatan JobStreet juga menurun dari 7,07% menjadi 6,49% pada tahun 2020 hingga 2021 lalu.
Jumlah total lamaran selama tahun 2021 mencapai 110,8 juta, dengan industri manufaktur mencatat volume pelamar terbanyak. Adapun untuk volume spesialisasi pekerjaan terbanyak datang dari kategori Admin & HR. Selanjutnya, iklan lowongan kerja dengan spesialisasi terbanyak berasal dari sektor kecantikan, kesehatan, dan kebugaran.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related