Kaspersky Catat 2 Juta Lebih Upaya Phising Di Indonesia Selama 2021

profile photo reporter Bernadinus Pramudita
BernadinusPramudita
14 Juni 2022
marketeers article
Kaspersky Catat 2 Juta Lebih Upaya Phising Di Indonesia Selama 2021 (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita/Marketeers)
Perusahaan keamanan digital Kaspersky mencatat jumlah upaya phising yang diblokir perusahaan di Indonesia sepanjang tahun 2021 sebanyak 2,290,502 phising. Phishing tetap menjadi trik paling efektif di lengan para penjahat dunia maya. Phising merupakan cara yang terkenal untuk menembus jaringan pengguna atau bahkan perusahaan dengan mengeksploitasi emosi pengguna.
Menurut Dony Koesmandarin, Territory Manager Kaspersky Indonesia mengatakan tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengikuti tautan phising selama 2021. “7,70% pengguna di Indonesia telah mencoba mengikuti tautan phising di tahun 2021,” kata Dony ketika memaparkan data di Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Kaspersky memaparkan ada empat tren phising yang paling sering terjadi di Indonesia selama tahun 2021. Investasi, sektor korporat, popular movie streaming, dan penipuan terkait COVID-19. Subjek investasi memperoleh relevansi yang signifikan pada tahun 2021, dengan bank dan organisasi lain secara aktif mempromosikan akun dan pialang investasi.
Kemudian cloud, salah satu tren phishing yang terlihat menargetkan sektor korporasi dengan memanfaatkan layanan cloud populer sebagai umpan. Salah satu upaya phising yang terjadi di sektor korporasi yakni pemberitahuan palsu tentang rapat di Microsoft Teams atau pesan tentang dokumen penting.
Tak hanya itu, ada pula popular movie streaming atau penyiaran film populer yang biasanya mengarah ke situs-situs ilegal. Streaming online dari pemutaran perdana film dan acara olahraga yang sangat dinanti dan berulang kali digunakan oleh pelaku phising untuk memikat pengguna pada tahun 2021.
Terakhir dalam paparan tren dari Kaspersky soal phising adalah COVID-19. Subjek COVID-19 yang mendominasi pemberitaan sepanjang tahun sering kali dieksploitasi oleh pelaku phising dalam berbagai skema. Salah satunya dengan menyamar sebagai otoritas global seperti PBB dan mengaku akan memberikan sumbangan dana kepada masyarakat melalui tautan palsu yang diberikan.
Aplikasi perpesanan juga menjadi salah satu medium yang digunakan oleh pelaku phising untuk melancarkan serangannya. Kaspersky menjelaskan, dalam data berjudul “Phising in Messenger App 2021” WhatsApp dan Telegram menjadi dua aplikasi perpesanan terpopuler yang digunakan oleh pelaku phising untuk melancarkan serangan.
WhatsApp tercatat dalam paparan Kaspersky memiliki deteksi jumlah phising sebanyak 738 di  Indonesia selama periode Desember 2020 hingga Mei 2021. Sementara Telegram terdeteksi sebanyak 39 kali selama periode yang sama.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related