Mengenal 4 Jenis Penyakit Imunologi dan Neurologi, Sering Tak Terdeteksi

marketeers article
Ilustrasi (Foto: 123rf)

Tanggal 12 Mei diperingati sebagai Hari Kesadaran Internasional untuk Penyakit Imunologi dan Neurologi. Momen itu bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini, mengingat gangguan ini seringkali tidak terdiagnosis dalam jangka waktu lama.

Kurangnya kesadaran akan penyakit imunologi dan neurologi karena penderita biasanya mengidap gejala yang mirip gangguan lain. Di antaranya nyeri sendi dan otot, gangguan tidur, gangguan kognitif, serta stamina buruk. 

Sayangnya, belum ada obat untuk penyakit imunologi dan neurologi sehingga penderita hanya dapat menjalani perawatan paliatif. Untuk itu, sangat diperlukan kesadaran akan gangguan tersebut agar bisa terdeteksi lebih awal dan mendapat penanganan yang tepat.

BACA JUGA: Peringati Hari Lupus Sedunia dengan Mengenal 6 Gejala Awalnya

Merangkum berbagai sumber, berikut adalah beberapa jenis gangguan yang termasuk penyakit imunologi dan neurologi:

Chronic Fatigue Syndrome

Melansir Alodokter, Chronic Fatigue Syndrome (CFS) adalah kondisi yang ditandai dengan rasa lelah sepanjang waktu. Ini akan mengurangi kualitas hidup penderitanya, sebab keluhan yang terus-menerus akan membuat mereka merasa tidak bertenaga untuk beraktivitas.

Seseorang dikatakan mengalami sindrom kelelahan kronis jika sering merasa lelah selama lebih dari enam bulan tanpa penyebab yang jelas. Selain itu, mereka juga biasanya mengalami gejala berupa nyeri otot dan sendi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.

Fibromyalgia

Halodoc mendefinisikan fibromyalgia sebagai kondisi yang dapat memperkuat sensasi rasa menyakitkan dengan memengaruhi cara otak dan sumsum tulang belakang dalam memproses sinyal sakit. Pengidapnya akan mengalami gejala berupa nyeri muskuloskeletal selama kurang lebih tiga bulan, mengalami rasa lelah berlebihan, sulit fokus, gangguan tidur, gangguan memori, hingga masalah suasana hati. 

BACA JUGA: Belajar Lebih Dewasa dalam Bersikap, Ini 5 Cara Mengendalikan Ego

Alzheimer

Siloam Hospitals menyebut alzheimer sebagai gangguan neurologi. Ini merupakan kondisi otak degeneratif yang menyebabkan penurunan progresif dalam sejumlah aspek, mulai dari ingatan, kognitif atau kemampuan berpikir, kemampuan bicara dan perilaku.

Gejala kondisi ini muncul seiring dengan perkembangan penyakit dan pola hidup pengidapnya. Namun, secara umum, gejala awal alzheimer antara lain penurunan daya ingat dan fungsi otak pengidapnya. 

Parkinson

Melansir Halodoc, parkinson adalah penyakit neurologi progresif kronis yang memengaruhi area kecil sel saraf (neuron) pada area otak substansia nigra. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami tremor, kekakuan otot, dan gerakannya melambat.

Gejala parkinson dibedakan menjadi lima tahap. Adapun gejala awal biasanya ditandai dengan sulitnya pengidap melakukan kegiatan sehari-hari dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Itulah beberapa gangguan yang termasuk penyakit imunologi dan neurologi. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan ke dokter. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS