Mengenal Leptospirosis, Jenis Penyakit yang Mengintai saat Musim Hujan

marketeers article
Ilustrasi. (Sumber: 123rf)

Bencana banjir di tengah musim hujan terjadi di beberapa kota di Indonesia. Kondisi ini tentu saja mengancam kondisi kesehatan masyarakat yang terkena dampaknya.

Salah satu penyakit yang berisiko timbul adalah leptopspirosis. Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, jenis bakteri yang dapat menyebar melalui urin atau darah hewan yang terinfeksi.

Mengutip dari laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, jenis penyakit ini dapat menyebar melalui air dan tanah yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri Leptospira.

Artinya, seseorang dapat terserang Leptospirosis, jika terkena urin hewan tersebut atau kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi.

BACA JUGA Studi: Intermittent Fasting dan Risiko Kematian karena Penyakit Jantung

Selain itu, bakteri leptospira juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, baik luka kecil seperti luka lecet, maupun luka besar seperti luka robek, juga bisa masuk melalui mata, hidung, mulut, dan saluran pencernaan.

Gejala Leptospirosis

Sebagian kasus, gejala Leptospirosis tidak muncul tetapi pada kebanyakan penderita, gejala penyakit muncul 2 hari hingga 4 minggu setelah terinfeksi bakteri Leptospira.

Adapun gejala yang muncul meliputi demam, sakit kepala, mual, muntah, diare, mata merah, nyeri otot, sakit perut, dan bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.

Faktor Risiko Leptospirosis

Terdapat sejumlah kondisi tubuh manusia yang memiliki risiko tinggi terinfeksi leptospirosis, meliputi:

BACA JUGA Mengenal Papiledema, Penyakit Mata yang Diidap Kurnia Meiga

1. Menghabiskan sebagian besar waktunya di luar ruangan, seperti pekerja tambang, petani, dan nelayan.

2. Sering berinteraksi dengan hewan, seperti peternak atau pemilik hewan peliharaan.

3. Memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan saluran pembuangan atau selokan.

4. Tinggal di daerah rawan banjir.

5. Sering melakukan olahraga atau rekreasi air di alam bebas.

Leptospirosis menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir. Sebab itu, kesadaran masyarakat akan penyakit tersebut menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengurangi risiko penularan dan melindungi diri serta lingkungan dari penyakit leptospirosis.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related