Musik The Beatles Jadi Pemantik Kemeriahan di Ujung JMW 2024

marketeers article
Penampilan G-Pluck dalam JMW 2024. (FOTO: Marketeers/Nugraha Satia)

Jakarta Marketing Week (JMW) 2024 resmi ditutup pada Minggu (19/5/2024). Ajang marketing tahunan dari MCorp ini ditutup dengan performa G-Pluck, band Indonesia yang membawakan lagu-lagu band legendaris dari The Beatles.

Sejak awal tampil di JMW 2024 yang digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, banyak pecinta G-Pluck dan pecinta The Beatles yang telah memadati venue, hampir seribu orang mungkin jumlahnya. Keriuhan pun terus bergemuruh sepanjang penampilan, terutama saat lagu She’s Got A Ticket to Ride dan I Want to Hold Your Hand dinyanyikan.

G-Pluck Beatles Band sendiri merupakan band yang namanya merupakan pelesetan dari kata jiplak. Karena, band tersebut mengaku memang sangat gandrung dengan The Beatles dan memutuskan untuk tampil sebagai band yang menjiplak beragam gaya khas band pelantun lagu Love Me Do tersebut.

Bahkan, perangkat alat musik yang digunakan juga merupakan instrumen dengan merek, jenis dan spesifikasi yang serupa dengan instrumen yang digunakan oleh band Inggris tersebut.

BACA JUGA: Dinosaurus, Darmawan Junaidi dan Strategi Transformasi Bank Mandiri

Tapi, nama G-Pluck juga punya makna lain yakni huruf G yang punya arti original, dan Pluck yang berarti keberanian atau kemauan keras.

Nama itu dipilih dengan harapan mereka dapat mewakili dari masing-masing personel untuk mendorong diri mereka sendiri untuk bertekad dalam menerapkan persona The Beatles seperti halnya penampilan The Beatles asli.

G-Pluck juga merupakan satu-satunya band tribute asal Indonesia yang bermain di ajang BeatleWeek Festival, yang diadakan di Liverpool, tempat lahirnya The Beatles.

G-Pluck juga jadi band unik karena dalam membawakan lagu-lagu idolanya, mereka menggunakan kunci asli, tanpa transposisi. Dengan harapan, jika penonton mendengar performanya sembari menutup mata, maka penonton seakan bisa merasakan performa dengan vibe yang serupa dengan penampilan dari John Lennon and friends

Tak cuma gaya bermusiknya, tiap personel juga menjiwai hingga ke dalam karakter tiap personel The Beatles. Tiap-tiap personil menggunakan gaya mirip seperti idolanya masing-masing, mulai dari gaya rambut, pakaian, sepatu, hingga meniru mimik, dialek khas keempat karakter personel The Beatles.

BACA JUGA: Jakarta Marketing Week 2024 Dorong Pelaku Usaha Ciptakan Impact

Dalam band ini, Awan Garnida tampil pada vokal dan bass guitar yang berperan sebagai James Paul McCartney. Kemudian, Gilang Pramudya tampil sebagai vokal dan rhythm guitar yang berperan sebagai John Lennon.

Sementara itu, Fery Gustian berperan pada vokal dan lead guitar yang bertugas untuk menjelma menjadi George Harrison, dan Riza Bachri pada vokal dan drums yang berperan sebagai Ringo Starr.

G-Pluck adalah salah satu dari sekian banyak band yang mengenang The Beatles dalam bentuk pertunjukan musikal berupa special live performance yang di lakukan di berbagai negara di seluruh dunia. G-Pluck pun sudah diakui secara internasional sebagai satu satunya band tribute profesional di Indonesia.

Repertoire mereka terdiri dari lagu-lagu yang diambil dari 13 album dan tidak kurang dari 300 lagu The Beatles plus single lagu-lagu mereka.

BACA JUGA: Hermawan Kartajaya, Immersive Marketing, serta Pengalaman Unik di World of Frozen dan Sphere

The Beatles sendiri adalah satu satunya Super Band asal Liverpool Inggris yang fenomenal dan mengguncangkan peradaban musik dunia di awal tahun 60-an.

Pengaruhnya masih sangat kuat hingga saat sekarang ini. mulai dari aspek musik hingga ideologi tentang kehidupan yang terus berpengaruh di beragam usia, status sosial bahkan genre musik sekalipun.

Kehadiran mereka menjadi magnet berkekuatan besar yang selalu diterima di belahan bumi manapun di seluruh dunia. Sehingga tidak berlebihan jika dinyatakan bahwa The Beatles adalah salah satu kiblat peradaban dunia yang berpengaruh sangat positif.

Terbukti, di JMW 2024, penampilan G-Pluck sejak awal hingga akhir terus mendapat perhatian para pecinta musik. Demografi penonton pun beragam, remaja, dewasa hingga lanjut usia pun terlihat sangat menikmati dan cukup hafal dengan bait-bait lirik setiap lagu yang disajikan.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related