Penelusuran Cadangan Migas dengan Studi Geofisika

marketeers article
Ilustrasi industri migas. (FOTO: 123rf)

Penemuan dan pemanfaatan cadangan migas merupakan proses yang memerlukan analisis yang panjang dan kompleks. Cadangan migas tidak terlihat secara langsung karena berada di bawah permukaan tanah, tersembunyi di cekungan belakang busur vulkanik atau cekungan tepi benua.

Eksplorasi migas dilakukan dengan tujuan menentukan zona reservoar, ketebalan bersih setiap sumur, serta pemodelan peta GOC (gas oil contact) dan peta OWC (oil water contact) berdasarkan data seismik. Salah satu metode yang digunakan dalam upaya penelusuran cadangan migas adalah studi geofisika dengan metode survei seismik.

“Eksplorasi migas merupakan kegiatan yang memerlukan suatu kajian yang panjang dan kompleks, karena cadangan migas tidak dapat dilihat secara kasatmata, dan berada jauh di bawah permukaan tanah. Cadangan migas atau hidrokarbon di Indonesia umumnya berada di cekungan belakang busur (back arc basin), yakni cekungan sedimen yang terletak di belakang busur vulkanik. Migas juga terdapat di cekungan tepi benua (sea itu continental margin),” ujar Sugeng Riyono, Ketua Umum National Centre for Sustainabilty Reporting (NCSR) Divisi Energi secara online, Minggu (23/7/2023).

Metode ini memanfaatkan sifat pemantulan gelombang elastik yang dihasilkan dari sumber seismik untuk mengobservasi obyek bawah permukaan bumi. Di darat, getaran seismik diperoleh dengan cara meledakkan dinamit yang ditanam pada kedalaman tertentu atau menggunakan vibroseis.

BACA JUGA: Visi Jangka Panjang SKK Migas melalui Komersialisasi Gas Bumi

Di laut, getaran diperoleh melalui pelepasan tekanan air gun. Gelombang seismik yang dihasilkan kemudian direkam oleh alat perekam seperti geophone untuk survey darat dan hydrophone untuk survey di air.

Waktu datang gelombang seismik yang direkam oleh alat perekam memberikan informasi mengenai kecepatan seismik dalam suatu lapisan.

Gelombang seismik merambat melalui lapisan bumi dan mentransfer energi, yang menggerakkan partikel batuan. Kecepatan gelombang sesimik pada lapisan batuan ditentukan oleh kemampuan partikel batuan untuk bergerak saat dilewati gelombang seismik.

Pada perbatasan antar dua lapisan dengan impedansi akustik yang berbeda, terjadi fenomena refleksi dan refraksi. Refleksi terjadi jika gelombang yang dirambatkan dipantulkan kembali oleh lapisan bumi, sementara refraksi terjadi jika gelombang diteruskan ke lapisan berikutnya.

Dalam eksplorasi seismik, digunakan alat seperti geophone (hydrophone untuk survey laut) yang berfungsi sebagai perekam gelombang seismik. Seismik kabel berfungsi sebagai pengirim data dari geophone ke seismograf.

Sumber seismik, seperti Hammer, Drop Weight, vibrator, dan jenis lainnya, memberikan getaran di permukaan bumi sehingga gelombang seismik menyebar dan ditangkap oleh geophone.

BACA JUGA: Raih Kontrak Baru, Pertamina Bakal Garap Blok Migas di Algeria 35 Tahun

Studi geofisika dengan metode survei seismik merupakan langkah penting dalam eksplorasi cadangan migas. Dengan pemahaman tentang sifat gelombang seismik dan perekaman data yang akurat, proses penelusuran cadangan migas dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related