Permintaan Server AI Tinggi, Foxconn Proyeksi Bisa Cuan Besar

marketeers article
Foxconn. (Sumber: 123rf)

Foxconn, produsen pemasok utama Apple optimistis dengan proyeksi bisnis pada tahun 2024. Hal ini seiring perkiraan kenaikan pendapatan lewat meningkatnya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari CNBC, Kamis (14/4/2024), optimisme itu muncul setelah perusahaan meraih kenaikan laba bersih hingga 33% pada kuartal IV 2023 yang melampaui ekspektasi. Ini juga berbeda jauh dengan pernyataan Chairman Foxconn Young Liu pada akhir tahun yang mana lebih konservatif dan netral untuk tahun 2024.

“Kami melihat permintaan yang sangat kuat untuk server AI dari klien kami. Perusahaan juga mengharapkan lewat bisnis tersebut memiliki pertumbuhan pendapatan lebih dari 40% tahun ini,” kata dia.

BACA JUGA: Foxconn Capai Kesepakatan dengan Apple, Bakal Produksi AirPod di India

Liu menuturkan pasar server AI kemungkinan tumbuh 30% setiap tahun antara 2023 hingga 2025. Hal ini akan sejalan dengan pertumbuhan bisnis server AI Foxconn, bahkan bisa lebih tinggi.

Perusahaan asal Taiwan itu mencatatkan laba bersih sebesar T$ 53,1 miliar (US$ 1,7 miliar), melampaui estimasi LSEG SmartEstimate yang sebesar T$ 43,5 miliar. Pertumbuhan laba bersih yang mencapai 33% adalah kenaikan tahunan yang paling kuat untuk satu kuartal sejak 2021.

Selain permintaan yang kuat untuk server AI, mereka juga memiliki penjualan yang lebih baik dari yang diharapkan untuk produk cloud dan jaringan serta produk elektronik pintar consumer. Apple bulan lalu melaporkan penjualan dan laba yang melampaui perkiraan Wall Street. 

BACA JUGA: Foxconn Investasikan US$ 700 Juta Bangun Pabrik di India

Hal itu didorong oleh pertumbuhan bisnis iPhone meskipun penjualan mereka di Cina tidak memenuhi perkiraan analis. Pada kuartal IV 2023, produk elektronik konsumen, termasuk smartphone menyumbang 58% dari pendapatan Foxconn, sementara produk cloud dan jaringan yang mencakup server berkontribusi sebesar 20%.

Meskipun mengharapkan pertumbuhan yang sehat selama 2024, Foxconn memperkirakan pendapatan kuartal pertama akan lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu ketika penjualan melonjak setelah pandemi dicabut di Cina. David Huang, CFO Foxconn menyatakan pertumbuhan belanja modal tahun 2024 setidaknya akan sebanding dengan tingkat tahun lalu.

Hal itu sebagian karena upaya perusahaan untuk mendiversifikasi investasi di seluruh dunia dan memperluas ke berbagai bidang, seperti kendaraan listrik dan semikonduktor. Belanja modal Foxconn naik 14% pada tahun 2023 menjadi sekitar T$ 111,7 miliar (US$ 3,6 miliar).

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS