Consumer Goods

SASC Mencicip Manisnya Bisnis Kosmetik

Photo Credits: SASC

Baru setahun  mencicip bisnis inklusif di bidang kecantikan, Socially Aware Sexy Cosmetics alias SASC mengaku telah mencicip manisnya bisnis ini. Meski brand ini hanya memboyong sembilan shade lipstik di tahun pertama kehadiran mereka, SASC berhasil meraih pertumbuhan double digit. Kira-kira, apa alasannya?

10 tahun lalu, mungkin Indonesia diramaikan dengan perkembangan brand fesyen lokal, namun kini tren tersebut meluas ke ranah kecantikan.

“Sektor kecantikan kini menjadi salah satu sektor andalan di Indonesia, bukan hanya fesyen. SASC sendiri merasakan keuntungan yang besar. Meski masih sangat muda di industri ini, kami bisa bertumbuh double digit,” ungkap Co-founder SASC Priscilla Pangemanan di Jakarta, Selasa (28/08/2018).

Photo Credits: SASC

Alasanya simple, menurut Priscilla jumlah generasi Y alias millennials di Indonesia yang tinggi menjadi penyebab gemuknya pasar kecantikan di Indonesia.

“Karena saat ini tren kecantikan sudah berubah. Jika dulu perempuan baru mengenal kosmetik di usia 17 tahun ke atas, kini perempuan di usia 15 tahun sudah mengenal dan menggunakan berbagai produk make-up. Jumlah millennials yang tinggi di Indonesia dengan tren make-up yang menjadi bagian dari gaya hidup mereka kian mempercantik industri kosmetik,” jelas Priscilla.

Temuan SASC di lapangan senada dengan survei yang dilakukan ZAP bersama MarkPlus Inc, yang dirangkum dalam ZAP Beauty Index 2018. Data menunjukkan sebagian perempuan Indonesia mulai bersentuhan dengan produk kecantikan sejak berusia kurang dari 13 tahun (2.1%).

Potensi besar yang ditunjukkan sektor ini kian menarik pemain lokal untuk bergabung di pasar ini . Industri kosmetik di dalam negeri berdasarkan data Kementerian Perindustrian pun bertambah sebanyak 153 perusahaan pada 2017 sehingga jumlahnya mencapai 760 perusahaan.

“Untuk itu, kami memperluas lini produk SASC dengan meluncurkan pensil alis segitiga (Effortless Brow Definers), dan eyeliner tahan air (SASC Magic Eyeliner Perfector). Rencananya, kami akan meluncurkan berbagai portofolio produk lain setiap bulannya,” tutur Priscilla mewakili SASC.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top