Tingkatkan Efektivitas, WhatsApp Luncurkan Alat AI untuk Versi Bisnisnya

marketeers article
Ilustrasi aplikasi messaging. (FOTO: 123RF)

WhatsApp telah meluncurkan alat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) baru yang ditujukan untuk bisnis guna menargetkan pesan dan percakapan. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi komunikasi bisnis dengan pelanggan melalui platform WhatsApp.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (7/6/2024), alat AI baru ini dirancang untuk membantu bisnis dalam mengelola pesan masuk dan keluar secara lebih efektif, dengan fitur-fitur seperti penargetan pesan yang lebih tepat sasaran dan otomatisasi obrolan.

Fitur penargetan pesan memungkinkan bisnis untuk mengirim pesan kepada pelanggan berdasarkan preferensi dan perilaku mereka, sehingga komunikasi dapat menjadi lebih personal dan relevan.

BACA JUGA: Unggahan Pengguna di Facebook Bakal Dipakai Untuk Latih AI

Selain itu, alat ini juga menawarkan otomatisasi percakapan, yang memungkinkan bisnis untuk merespon pertanyaan pelanggan secara cepat dan efisien dengan menggunakan chatbot yang didukung oleh AI.

Dengan demikian, bisnis dapat memberikan layanan yang lebih baik dan respons yang lebih cepat kepada pelanggan mereka.

Peluncuran alat AI ini merupakan bagian dari upaya WhatsApp untuk memperluas fungsionalitasnya bagi pengguna bisnis dan memperkuat posisinya sebagai platform komunikasi pilihan bagi perusahaan di seluruh dunia.

BACA JUGA: CEO Meta: Cari Untung dari AI Butuh Waktu Bertahun-tahun

Langkah ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan besar semakin mengadopsi AI untuk meningkatkan operasi dan layanan pelanggan mereka.

Dengan alat AI baru ini, Meta berharap dapat membantu bisnis meningkatkan interaksi dengan pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis melalui platform WhatsApp.

Sebelumnya, CEO Meta, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa meski bisnis kecerdasan buatan sedang melonjak, namun prosesnya untuk mendulang profit masih butuh waktu bertahun-tahun.

BACA JUGA: Didesak Regulasi, TikTok Siapkan Algoritma untuk Pengguna di AS

Pesan tersebut disampaikan Zuckerberg kepada para investor pada penyampaian laporan pendapatan kuartal pertama Meta.

Meta baru saja menempatkan ChatGPT di berbagai aplikasi milik perusahaan seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Meta sendiri saat ini sudah cukup menguntungkan, karena mampu meningkatkan laba bersih lebih dari US $ 12 miliar dari pendapatan US$ 36,5 miliar hanya dalam satu kuartal terakhir.

Tetapi pertumbuhan pendapatannya diperkirakan akan melambat ke depan. Pada saat yang sama, perusahaan ini menghabiskan lebih banyak dari sebelumnya untuk kecerdasan buatan dan metaverse.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related