4 Langkah Menerapkan Sustainable Beauty, Rawat Diri dan Jaga Lingkungan

marketeers article
Ilustrasi menerapkan sustainable beauty. (Sumber: 123rf)

Menerapkan sustainable beauty kini mulai menjadi fokus masyarakat seiring dengan tren berkelanjutan yang kian santer dibicarakan.

Movement ini pun didukung oleh berbagai inovasi di industri kecantikan yang kian memperkaya pilihan konsumen untuk mendapatkan produk kecantikan yang ramah lingkungan.

Terlebih, tren conscious beauty pada konsumen atau kepedulian mereka terhadap kecantikan menyeluruh, termasuk lingkungan, diprediksi berlanjut sepanjang 2024.

Botanical Essentials menjadi salah satu brand lokal yang hadir dengan positioning sebagai merek perawatan kulit dan tubuh yang ramah lingkungan melalui inovasi yang dilakukan.

Lydia, Product Development Botanical Essentials mengatakan Botanical Essentials mengusung konsep kind to the skin, kind to the world dalam mengembangkan varian produknya.

BACA JUGABotanical Essentials dan Darbotz Hadirkan Ilustrasi God of The Oasis

“Mulai dari rangkaian body care seperti body wash, hand wash, body lotion, dan body oil, hair care seperti hair shampoo dan hair conditioner, hingga hand sanitizer dan linen spray. Semuanya kami kembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” katanya.

Untuk memulai langkah menerapkan sustainable beauty, Botanical Essentials membagikan beberapa tips merawat kecantikan diri, sambil mempertahankan kelestarian bumi:

1. Kesehatan kulit yang terinspirasi dari alam

Kemajuan di industri kecantikan kini ditandai dengan hadirnya berbagai brand yang mengganti synthetic ingredients dengan bahan alami yang ramah lingkungan, termasuk active ingredients.

Dengan kecanggihan teknologi, konsumen dapat merawat kesehatan rambut, kulit, hingga kuku mereka dengan bahan-bahan alami yang dikembangkan tanpa melibatkan uji coba terhadap hewan.

2. Memanfaatkan bahan alami dari sustainable farming

Sustainable beauty juga mengacu pada metode pertanian yang dirancang untuk menjaga keseimbangan ekologi, sosial, dan ekonomi, untuk memproduksi bahan baku produk.

Dengan memilih produk kecantikan yang menerapkan sustainable farming atau pertanian berkelanjutan, konsumen sekaligus membantu melindungi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memastikan kelangsungan ekonomi untuk para petani.

3. Eco-friendly packaging

Tak bisa dipungkiri, kemasan skincare menjadi salah satu penyumbang sampah di lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, konsep keberlanjutan dalam industri kecantikan kini diwujudkan dalam penggunaan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA Sustainable Living: Bersahabat dengan Bumi Demi Generasi Mendatang

Tidak sedikit di antaranya juga memberikan benefit bagi konsumen yang mau terlibat dalam upaya brand menerapkan sustainable beauty.

4. Pemberdayaan industri lokal dan komunitas sekitar

Sustainable beauty bukan hanya tentang lingkungan. Lebih dari itu, keberlanjutan juga erat kaitannya dengan masyarakatnya.

Dengan membeli produk lokal, konsumen secara tidak langsung mengurangi jejak karbon dari transportasi dan produksi jarak jauh, serta memberi dukungan finansial kepada pengusaha dan industri manufaktur lokal.

Begitu juga dengan program pemberdayaan komunitas sekitar yang sering dilakukan oleh brand kecantikan, yang dapat merangsang pertumbuhan bisnis lokal dengan menciptakan lapangan kerja.

Botanical Essentials sebagai brand premium personal care lokal telah memanfaatkan bahan ramah lingkungan seperti squalane yang dihasilkan dari fermentasi tebu dan ekstrak biji rambutan yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan.

Sebagai brand yang menerapkan sustainable beauty, Botanical Essentials juga berkolaborasi dengan Givaudan untuk penerapan prinsip pertanian berkelanjutan, serta menggunakan botol berbahan rPET atau plastik PET yang dihasilkan dari proses daur ulang.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS