Intip Multisensory Marketing Ala La Patisserie Sheraton Surabaya

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
23 September 2022
marketeers article
Sumber: 123RF
Multisensory marketing, teknik pemasaran dengan memanfaatkan lima indera, yaitu touch, smell, sight, hearing, dan taste turut digunakan oleh berbagai brand sebagai salah satu taktik pemasaran mereka. Tidak hanya merek global saja, merek di Indonesia pun turut menggunakan strategi pemasaran tersebut untuk menggaet pelanggan, salah satunya adalah La Patisserie Sheraton Surabaya Hotel.
La Patisserie Sheraton Surabaya Hotel menggunakan multisensory marketing dengan memanfaatkan indera penciuman atau scent. Toko kue ini mulai memperkenalkan inovasinya sejak toko tersebut dibuka kembali pertengahan 2022.
Birgitta Mone, Marketing Communication Manager Sheraton Surabaya Hotel menjelaskan, awalnya perusahaan berpikir bagaimana menarik perhatian pengunjung yang datang untuk tidak hanya dapat melihat display produk pastry saja, dan menyicipnya. Namun, La Patisserie juga ingin agar pengunjung dapat merasakan pengalaman unik yang tidak ditemui di tempat lain.
“Inilah yang akhirnya membuat kami memiliki ide untuk menggabungkan pengalaman pengunjung melalui smell sensory. Kami mencari produsen fragrance Indonesia, lalu membuat pewangi dengan membawa ide dasar dari wewangian khas brand Sheraton,” ungkap Birgitta.
Akhirnya, terciptalah aroma parfum untuk tubuh ala La Patisserie Sheraton Surabaya Hotel yang terdiri dari aroma bunga-bunga putih, yaitu tuberose, gardenia, dan melati. Birgitta menjelaskan, aroma tersebut memberikan kesan yng memanjakan, dan menggoda indera setiap pengunjung.
“La Patisserie mengenalkan parfum tersebut dengan nama “Begin”. Di situ juga ada aroma madu manis yang kami tambahkan untuk menciptakan pengalaman yang adiktif dan menggugah selera, serta diimbagi dengan aroma kayu dan amber, sehingga ada kesan mewahnya juga,” jelas Birgitta.
Dengan inovasi ini, Birgitta mengatakan bahwa ada pengalaman baru yang akan didapatkan oleh pengunjung. Sehingga, membuat mereka ingin kembali lagi. Apalagi, wewangian tersebut tidak diperjual belikan atau dapat dibawa pulang.
“Parfum kami ini hanya bisa dinikmati ketika pengunjung mengunjungi La Patisserie dan mengambil afternoon tea package. Jadi, bagi pengunjung yang mengambil paket tersebut akan mendapatkan percikan wewangian ini di lengan sebelum menyantap afternoon tea,” kata Birgitta.
Dengan menciptakan wewangian yang hanya bisa dinikmati apabila memesan paket tertentu, La Patisserie Sheraton Surabaya Hotel ini ingin menarik rasa penasaran pengunjung untuk mengunjungi toko tersebut dan mencoba afternoon tea package yang dihadirkan toko tersebut.
Hal ini pun secara tidak langsung akan menimbulkan rasa fear of missing out (FOMO) yang akan dialami pengunjung lainnya apabila mereka tidak memesan paket tersebut.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related