MMA Impact 2022: Teknologi Memainkan Peran Sentral di Periklanan

marketeers article
Shanti Tolani, Country Head & Board of Director MMA Global Indonesia (Foto: MMA Global Indonesia)

MMA Global Indonesia, sebagai asosasi perdagangan baru saja menjadi tuan rumah MMA Impact Indonesia 2022 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Ajang ini banyak membahas soal industri pemasaran dan periklanan serta peran teknologi yang kian sentral.

“Penting untuk memiliki kejelasan tentang cara menavigasi melalui perubahan. Pandemi pun mendorong kehadiran teknologi pada dunia pemasaran sebagai batu loncatan menantang status quo,”  ujar Shanti Tolani, Country Head & Board of Director MMA Global Indonesia dalam laporannya. 

Dari sini, MMA Global Indonesia menyediakan platform diskusi yang membantu perusahaan membuat keputusan strategis yang lebih cerdas agar terhubung dengan audiens dengan lebih baik hingga mendorong pertumbuhan.

Lebih dari 500 senior industry leaders berkumpul di forum MMA Impact Indonesia 2022. Seluruhnya terlibat dalam diskusi yang memetakan ide, data, wawasan, dan tren terbaru dalam ekosistem.

BACA JUGA: MMA Impact Indonesia 2022 Dorong Penerapan Pemasaran Modern

Ira Noviarti, Board Chairperson MMA Global Indonesia dan CEO & Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, mengatakan untuk menciptakan ekosistem yang mendorong dan memicu lebih banyak terobosan melalui kondisi yang sulit dan bergejolak, kita tidak dapat berdiri sendiri dan harus saling menginspirasi. 

“Kemitraan industri seperti MMA Global memainkan peran penting dalam mencerahkan dan memberdayakan para pemasar dalam mengarahkan bagaimana membentuk masa depan Modern Marketing dan masa depan bisnis,” ujarnya. 

MMA Impact Indonesia 2022 membahas secara mendalam teknologi terkini yang berpusat pada pelanggan. Pakar industri terkemuka pun membagikan wawasan tajam mereka tentang cara memanfaatkan tools terbaru dan menggunakan teknologi untuk menghasilkan strategi yang mumpuni untuk tahun mendatang.

“Indonesia pun cukup percaya diri, seiring tingginya adopsi teknologi digital dari masyarkat. The MMA & WARC Report 2021 menemukan, lima dari delapan atau 80% masyarakat Indonesia telah mengadopsi teknologi mobile,” lanjut Shanti. 

BACA JUGA: Modern Marketing Talk: Medan Pertempuran Para Marketeer adalah Digital

Dikenal sebagai negara digital savvy, tidak mengherankan jika pasar e-commerce dan platform digital di Indonesia akan semakin berkembang. Laporan dari International Trade Administration memperkirakan bahwa pasar e-commerce Indonesia dapat menyentuh US$ 83 miliar di GMV pada tahun 2025. 

Dengan munculnya teknologi canggih dan peningkatan sistem pembayaran, Indonesia siap untuk menjaga momentum dan memanfaatkan peluang yang datang dengan inovasi yang disruptif.

“Perkembangan ini yang kami bahas di dalam The Modern Marketing Reckoner Report 2022. Laporan tersebut menekankan peran sentral yang akan terus dimainkan oleh teknologi untuk mempercepat pertumbuhan dalam industri pemasaran dan periklanan,” imbuh Shanti. 

The Modern Marketing Reckoner Report 2022 menyajikan data terkait Smart Device Market di Indonesia, Aktivasi First-Party Data, Metaverse, pertumbuhan Video Streaming yang meroket, dan tindakan proaktif yang harus diambil perusahaan untuk menghindari Ad Fraud. 

Di dalamnya, laporan ini menggandeng beberapa kontributor. Kontributor Modern Marketing Reckoner Report, meliputi Nestlé, CIMB Niaga, GrabAds, GfK, Multi Bintang Indonesia, Twitter, Wunderman Thompson, DM Pratama, Grivy, Merkle, ADA, Magnite, Adjust, dan Cacafly Metrodata Indonesia.

Related

award
SPSAwArDS